Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Masuk Zona Identifikasi Pertahanan Udaranya, Enam Jet Militer Rusia Diusir Korsel

KAMIS, 20 AGUSTUS 2020 | 16:11 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Setidaknya ada enam pesawat Rusia yang melanggar zona pertahanan udara Korea Selatan. Hal tersebut membuat Seoul harus mengerahkan Angkatan Udaranya untuk mengusir mereka keluar.

Pejabat militer Korea Selatan mengungkap, aktivitas udara militer Rusia pada Rabu (19/8) sudah melanggar Zona Identifikasi Pertahanan Udara Korea (KADIZ).

Dari laporan Yonhap pada Kamis (20/8) dijelaskan, dua jet pembom strategis Tu-95SMS dan empat unit jet militer Rusia lainnya memasuki KADIZ dari dekat pulau paling timur Korea Selatan, yaitu Dokdo di Laut Timur yang juga menjadi sengketa dengan China.


"Tidak ada pemberitahuan sebelumnya," ujar militer Korea Selatan terkait aktivitas udara militer Rusia.

Menurut pejabat militer, pesawat Rusia akhirnya diusir setelah berada di KADIZ selama 20 menit, sebelum akhirnya pindah ke zona pertahanan udara Jepang.

Sementara itu, menurut Kementerian Pertahanan Rusia, jet-jet tempur tersebut dikerahkan ke atas perairan netral.

"Dua platform Tu-93MS melakukan penerbangan yang telah diatur sebelumnya di atas perairan netral selama sekitar tujuh jam," ujar kementerian.

Zona identifikasi pertahanan udara memang bukan wilayah udara teritorial dan tidak terikat oleh hukum internasional. Tetapi, setiap pesawat militer asing yang hendak masuk harus membuat pemberitahuan untuk mencegah bentrokan yang tidak disengaja.

Korea Selatan dan Rusia selama ini sudah membuat hotline militer angkatan udara untuk bertukar informasi sejak 2004. Tetapi, Korea Selatan mencatat, pesawat tempur Rusia setidaknya sudah 20 kali melanggar KADIZ pada 2019.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

KPK Amankan "Surat Tekanan" dari Rumah Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Kamis, 16 April 2026 | 18:15

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kasus Penyiraman Andrie Yunus Masuk Sidang Terbuka Akhir April

Kamis, 16 April 2026 | 18:09

Emil Dardak Prihatin Tiga Kepala Daerah Jatim Kena OTT KPK

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Pimpinan Ombudsman: Kasus Hery Susanto Terjadi Sebelum Menjabat

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Erick Thohir Bawa Kemenpora Tembus Top 5 Kementerian Kinerja Terbaik

Kamis, 16 April 2026 | 17:40

Puspen TNI Pastikan Sidang Kasus Andrie Yunus Terbuka

Kamis, 16 April 2026 | 17:37

BNPB Catat 23 Bencana dalam Dua Hari

Kamis, 16 April 2026 | 17:28

Fokus pada Inovasi dan Kesejahteraan, Bupati Mimika Raih KWP Award 2026

Kamis, 16 April 2026 | 17:22

Sudewo Ngaku Kangen Warga Pati

Kamis, 16 April 2026 | 17:17

Selengkapnya