Berita

Alexei Navalny dibawa ke rumah sakit dengan ambulans/Net

Dunia

Alexei Navalny Berakhir Koma Usai Minum Teh Beracun, Polisi Lakukan Penyelidikan

KAMIS, 20 AGUSTUS 2020 | 15:22 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemimpin oposisi pemerintahan Presiden Rusia Vladimir Putin, Alexei Navalny, dikabarkan dalam keadaan koma setelah diduga meminum teh mengandung racun.

Dilaporkan Reuters, Navalny dilarikan ke rumah sakit di Omsk, Siberia setelah merasa tidak enak badan dalam perjalanan pulang ke Moskow. Hingga akhirnya, pesawat Navalny yang berangkat dari Tomsk harus mendarat secara darurat.

Jurubicara Navalny, Kira Yarmysh mengatakan, lelaki 44 tahun tersebut saat ini dalam kondisi koma dan berada di unit perawatan intensif (ICU). Ia juga menggunakan ventilator buatan untuk bisa bertahan hidup.


Yarmysh sendiri mencurigai Navalny diracuni setelah meminum teh, mengingat hanya itu yang ia konsumsi sejak pagi. Selain itu, Navalny juga pernah mengalami insiden diracun pada tahun lalu.

“Kami berasumsi bahwa Alexei diracun dengan sesuatu yang dicampur ke dalam tehnya. Itu adalah satu-satunya hal yang dia minum di pagi hari. Dokter mengatakan racun diserap lebih cepat melalui cairan panas. Alexei sekarang tidak sadarkan diri," terang Yarmysh.

Yarmysh tidak mengatakan siapa yang dicurigai telah meracuni Navalny. Namun ia mengatakan polisi sudah dipanggil ke rumah sakit dan tes medis pun akan dilakukan pada Kamis malam.

Sebelum naik ke pesawat, Yarmysh mengatakan, Navalny meminum secangkir teh di kafe bandara Yomsk. Kantor berita Interfax mengutip pemilik kafe yang mengatakan bahwa mereka sedang memeriksa kamera CCTV untuk mencoba mencari tahu apa yang telah terjadi.

Seorang penumpang yang berada satu pesawat dengan Navalny, Pavel Lebedev, mengunggah apa yang terjadi pada pemimpin oposisi tersebut.

“Pada awal penerbangan dia pergi ke toilet dan tidak kembali. Dia mulai merasa sangat sakit. Mereka berjuang untuk membawanya dan dia berteriak kesakitan," jelasnya.

Maskapai penerbangan S7 yang ditumpangi Navalny mengatakan, kapten pesawat memutuskan untuk melakukan pendaratan darurat karena kondisi Navalny yang merasa sangat kesakitan. Pihak maskapai juga mengatakan, Navalny tidak mengonsumsi apapun di pesawat.

Rekaman yang diposting di media sosial oleh seorang penumpang menunjukkan seorang Navalny yang tidak bergerak dibawa ke ambulans oleh petugas medis.

Kantor berita TASS mengutip kepala dokter di sebuah rumah sakit di Omsk yang membenarkan bahwa Navalny telah dirawat di sana dan mengatakan dia dalam kondisi serius.

Navalny merupakan seorang kritikus sengit Putin. Ia bekerja sebagai seorang pengacara dan aktivis anti-korupsi. Dia telah membantu penyelidikan atas apa yang dia katakan sebagai contoh korupsi pejabat yang keterlaluan.

Beberapa tahun terakhir, ia telah keluar-masuk penjara karena mengorganisir protes anti-Kremlin dan secara fisik diserang di jalan oleh aktivis pro-pemerintah.

Saat ini Rusia sedang bersiap mengadakan pemilihan daerah pada bulan depan. Navalny dan sekutunya pun mempersiapkan diri meningkatkan dukungan untuk kandidat mereka.

Tahun lalu, Yarmysh mengatakan, juga terjadi insiden yang serupa. Navalny menderita reaksi alergi akut yang menurut seorang dokter mungkin disebabkan oleh keracunan dengan bahan kimia yang tidak diketahui.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

KPK Amankan "Surat Tekanan" dari Rumah Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Kamis, 16 April 2026 | 18:15

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kasus Penyiraman Andrie Yunus Masuk Sidang Terbuka Akhir April

Kamis, 16 April 2026 | 18:09

Emil Dardak Prihatin Tiga Kepala Daerah Jatim Kena OTT KPK

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Pimpinan Ombudsman: Kasus Hery Susanto Terjadi Sebelum Menjabat

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Erick Thohir Bawa Kemenpora Tembus Top 5 Kementerian Kinerja Terbaik

Kamis, 16 April 2026 | 17:40

Puspen TNI Pastikan Sidang Kasus Andrie Yunus Terbuka

Kamis, 16 April 2026 | 17:37

BNPB Catat 23 Bencana dalam Dua Hari

Kamis, 16 April 2026 | 17:28

Fokus pada Inovasi dan Kesejahteraan, Bupati Mimika Raih KWP Award 2026

Kamis, 16 April 2026 | 17:22

Sudewo Ngaku Kangen Warga Pati

Kamis, 16 April 2026 | 17:17

Selengkapnya