Berita

Lithuania/Net

Dunia

Lithuania Cegah Masuknya Lukashenko Dan Pejabat Belarus Ke Negara Itu

KAMIS, 20 AGUSTUS 2020 | 13:45 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kerusuhan di Belarus membuat negara tetangganya, Lithuania ikut bersiaga. Bahkan untuk menunjukkan kepeduliannya terhadap putusan Uni Eropa, negara itu telah menyiapkan daftar sanksi terhadap 32 pejabat Belarusia, termasuk Presiden Belarusia Aleksandr Lukashenko.

Menteri Luar Negeri Lithuania, Linas Linkevicius, mengatakan, negaranya telah memasukkan Lukashenko dan pejabat Belarus lainnya ke dalam daftar yang dilarang memasuki wilayah Lithuania.

Kementerian Luar Negeri telah menyerahkan daftar tersebut kepada Kementerian Dalam Negeri untuk mendapatkan persetujuan.


"Kementerian Luar Negeri telah sedang menyiapkan proses dan sanksi untuk diterapkan terhadap mereka yang telah menggunakan kekerasan dan kekuatan yang sangat besar. Sanksi itu juga berlaku terhadap para pemimpin lembaga yang bertanggung jawab atas kekerasan tersebut dan mereka yang telah memalsukan pemilu," kata Linkevicius.

Seperti diberitakan sebelumnya, Uni Eropa telah memutuskan untuk tidak mengakui hasil pemilihan presiden di Belarusia, dan para pemimpin dari beberapa negara Eropa telah meminta untuk menjatuhkan sanksi terhadap otoritas Belarusia.

Aksi protes pecah di Belarus paska kemenangan petahana Alexandr Lukashenko. Aksi protes yang terjadi berhari-hari memicu kekerasan yang dilakukan aparat yang berupaya menahan gelombang kerusuhan semakin meluas. Aparat membantah telah melakukan kekuatan yang berlebihan, dan menekankan bahwa apa yang dilakukannya sesuai dengan prosedur sebagai pertahanan di tengah amukan massa.

Sementara saat ini, Presiden Aleksandr Lukashenko yang telah meminta bantuan Rusia untuk keamanannya, telah menunjuk Perdana Menterinya yang baru, Roman Golovchenko.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

KPK Amankan "Surat Tekanan" dari Rumah Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Kamis, 16 April 2026 | 18:15

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kasus Penyiraman Andrie Yunus Masuk Sidang Terbuka Akhir April

Kamis, 16 April 2026 | 18:09

Emil Dardak Prihatin Tiga Kepala Daerah Jatim Kena OTT KPK

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Pimpinan Ombudsman: Kasus Hery Susanto Terjadi Sebelum Menjabat

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Erick Thohir Bawa Kemenpora Tembus Top 5 Kementerian Kinerja Terbaik

Kamis, 16 April 2026 | 17:40

Puspen TNI Pastikan Sidang Kasus Andrie Yunus Terbuka

Kamis, 16 April 2026 | 17:37

BNPB Catat 23 Bencana dalam Dua Hari

Kamis, 16 April 2026 | 17:28

Fokus pada Inovasi dan Kesejahteraan, Bupati Mimika Raih KWP Award 2026

Kamis, 16 April 2026 | 17:22

Sudewo Ngaku Kangen Warga Pati

Kamis, 16 April 2026 | 17:17

Selengkapnya