Aksi unjuk rasa di Seoul yang menjadi penyebaran virus corona baru/Net
Korea Selatan tengah berada dalam cengkraman virus corona setelah muncul kluster Gereja Sarang Jeil di Seoul. Para ahli dan otoritas kesehatan pun khawatir akan adanya gelombang baru Covid-19.
Wakil Menteri Kesehatan Kim Gang-lip pada Kamis (20/8) mengatakan, kluster tersebut menimbulkan kekhawatiran hancurnya penanganan wabah Covid-19 oleh Korea Selatan.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC) pada Rabu malam (19/8) melaporkan 288 kasus baru Covid-19, menandai sepekan peningkatan infeksi harian sebesar tiga digit. Walaupun memang lebih rendah dari hari sebelumnya, yakni 297 kasus.
Dengan laporan infeksi harian, Korea Selatan sudah melaporkan 16.346 kasus Covid-19 dengan 307 kematian.
Meningkatnya infeksi di Korea Selatan secara signifikan dikarenakan ratusan kasus di sebuah gereja yang dijalankan seorang pengkhotbah konservatif radikal. Ia dan para pengikutnya menghadiri protes anti-pemerintah di pusat kota Seoul dalam beberapa pekan terakhir dan menyebarkan virus di sana.
“Alasan kami menanggapi situasi baru-baru ini dengan serius adalah karena penularan ini, yang mulai menyebar di sekitar fasilitas keagamaan tertentu, muncul secara nasional melalui aksi unjuk rasa tertentu,†ujar Kim, seperti dikutip
Reuters.
Kim mengungkap, pihak berwenang sudah melakukan tes Covid-19 pada 3.263 anggota jamaah. Hasilnya, 630 dinyatakan positif.
Setelah aksi unjuk rasa, sebanyak 53 kasus muncul dari 33 gereja. Mereka diketahui berasal dari sembilan kota dan provinsi yang berbeda di seluruh negeri.
Kim tidak mengidentifikasi wilayah-wilayah tersebut tetapi mengatakan sebanyak 114 fasilitas, termasuk tempat kerja orang yang terinfeksi, menghadapi risiko penularan.
"Ini adalah situasi gawat yang mungkin bisa menyebabkan pandemik nasional," tekan Kim.
Pada Rabu, Busan melaporkan dua kasus yang terkait protes di Seoul.
Munculnya penularan Covid-19 terbaru tersebut membuat pemerintah melarang pertemuan gereja secara langsung di Seoul dan sekitarnya dan memerintahkan lokasi berisiko tinggi lainnya untuk menutup klub malam, bar, hingga restoran.
Korea Selatan adalah salah satu negara pertama di luar China yang melihat penyebaran eksplosif virus korona awal tahun ini. Namun dengan pelacakan kontak dan pengujian yang masif, Korea Selatan berhasil mengendalikan infeksi dan menjadi salah satu negara panutan untuk menangani wabah Covid-19.