Berita

Unjuk rasa menolak normalisasi hubungan UEA dan Israel di Palestina/Net

Dunia

Fatah Dan Hamas Bersatu: Katakan Tidak Untuk Normalisasi UEA-Israel

KAMIS, 20 AGUSTUS 2020 | 08:55 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Fatah dan Hamas bersatu mengecam normalisasi hubungan Uni Emirat Arab dengan Israel. Mereka menyebutnya sebagai tikaman dari belakang atas perjuangan bangsa Palestina.

Ratusan orang berkumpul di Palestina melakukan protes atas kesepakatan damai UEA-Israel pada Rabu (19/8). Para tokoh dari dua kelompok yang kerap bersitegang tersebut menyuarakan penolakan mereka terhadap langkah Israel.

"Langkah Emirat adalah tikaman yang menyakitkan dan pelanggaran yang mencolok dari Prakarsa Perdamaian Arab," ujar Perdana Menteri Palestina, Mohammad Shtayyeh, mengutip Anadolu Agency.


"Perlawanan Palestina adalah alat umum untuk menghadapi pendudukan (Israel)," sambungnya.

Sehari sebelumnya, Selasa (18/8), Presiden Mahmoud Abbas bertemu dengan para perwakilan kelompok-kelompok Palestina di Ramallah untuk membahas dampak dari perjanjian UEA-Israel.

Pemimpin Hamas, Hassan Yousef yang terkemuka di Tepi Barat, mengesaskan pihaknya tidak akan mengizinkan siapa pun untuk melanggar hak, tanah, dan situs suci bangsa Palestina.

Senada, anggota Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina, Wasel Abu Yousef menggarisbawahi bahwa rakyat Palestina akan selalu menolak setiap kesepakatan yang bertujuan untuk merampas hak mereka.

"Langkah UEA baru-baru ini melukai perjuangan rakyat kami. Ini adalah langkah pengkhianatan yang mengkhianati tujuan dan situs suci kami," ujar Yousef.

Normalisasi hubungan antara UEA dan Israel sendiri diumumkan pada pekan lalu oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump sebagai mediator.

UEA menjadi negara Teluk pertama dan negara Arab ketiga, setelah Mesir dan Yordania, yang menjalin hubungan diplomatik penuh dengan Israel.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

KPK Amankan "Surat Tekanan" dari Rumah Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Kamis, 16 April 2026 | 18:15

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kasus Penyiraman Andrie Yunus Masuk Sidang Terbuka Akhir April

Kamis, 16 April 2026 | 18:09

Emil Dardak Prihatin Tiga Kepala Daerah Jatim Kena OTT KPK

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Pimpinan Ombudsman: Kasus Hery Susanto Terjadi Sebelum Menjabat

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Erick Thohir Bawa Kemenpora Tembus Top 5 Kementerian Kinerja Terbaik

Kamis, 16 April 2026 | 17:40

Puspen TNI Pastikan Sidang Kasus Andrie Yunus Terbuka

Kamis, 16 April 2026 | 17:37

BNPB Catat 23 Bencana dalam Dua Hari

Kamis, 16 April 2026 | 17:28

Fokus pada Inovasi dan Kesejahteraan, Bupati Mimika Raih KWP Award 2026

Kamis, 16 April 2026 | 17:22

Sudewo Ngaku Kangen Warga Pati

Kamis, 16 April 2026 | 17:17

Selengkapnya