Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Iklim Makin Sulit Diprediksi Es Laut Arktik Mencair Lebih Cepat Dari Perkiraan

RABU, 19 AGUSTUS 2020 | 11:56 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Para peneliti di Universitas Kopenhagen Denmark memperingatkan penduduk dunia pada Selasa (18/8), bahwa es di laut Arktik mencair lebih cepat dari perkiraan model iklim.

Hingga saat ini, model iklim telah meramalkan peningkatan suhu Arktik yang lambat dan stabil. Namun, studi baru menunjukkan bahwa pemanasan terjadi dengan kecepatan yang lebih.

"Kami jelas meremehkan laju kenaikan suhu di atmosfer yang paling dekat dengan permukaan laut, yang pada akhirnya menyebabkan es laut menghilang lebih cepat dari yang kami perkirakan," kata Jens Hesselbjerg Christensen, seorang profesor Universitas Kopenhagen dan salah satu peneliti yang terlibat dalam penelitian, seperti dikutip dari AFP, Selasa (18/8).


Temuan mereka yang diterbitkan dalam jurnal Nature pada akhir Juli lalu menunjukkan suhu tinggi yang tidak biasa yang terlihat di Samudra Arktik hanya diamati selama zaman es sebelumnya.

Analisis inti es telah mengungkapkan bahwa suhu di atas lapisan es Greenland meningkat beberapa kali selama waktu itu, antara 10 hingga 12 derajat, selama 40 hingga 100 tahun.

"Perubahan terjadi begitu cepat selama bulan-bulan musim panas sehingga es laut kemungkinan besar akan menghilang lebih cepat daripada kebanyakan model iklim yang pernah diprediksi," kata Hesselbjerg Christensen.

Pada Juni 2019, foto pencairan es awal di Greenland barat laut menjadi berita utama di seluruh dunia.

Foto itu menunjukkan anjing kereta luncur berjuang melalui lima atau enam sentimeter air leleh yang menggenang di atas es. Dengan latar belakang gunung tanpa salju, anjing-anjing itu tampak berjalan di atas air.

Sebuah studi baru-baru ini dari Universitas Lincoln di Inggris menyimpulkan bahwa pencairan es di Greenland saja diperkirakan berkontribusi 10-12 sentimeter pada kenaikan permukaan laut dunia pada tahun 2100.

Baru-baru ini sekelompok penelitian menyimpulkan bahwa mencairnya lapisan es di Greenland telah sedemikian jauh sehingga sekarang tidak dapat diubah, bahkan hujan salju tidak lagi dapat mengkompensasi hilangnya es meskipun misalnya pemanasan global akan berakhir hari ini.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

KPK Amankan "Surat Tekanan" dari Rumah Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Kamis, 16 April 2026 | 18:15

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kasus Penyiraman Andrie Yunus Masuk Sidang Terbuka Akhir April

Kamis, 16 April 2026 | 18:09

Emil Dardak Prihatin Tiga Kepala Daerah Jatim Kena OTT KPK

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Pimpinan Ombudsman: Kasus Hery Susanto Terjadi Sebelum Menjabat

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Erick Thohir Bawa Kemenpora Tembus Top 5 Kementerian Kinerja Terbaik

Kamis, 16 April 2026 | 17:40

Puspen TNI Pastikan Sidang Kasus Andrie Yunus Terbuka

Kamis, 16 April 2026 | 17:37

BNPB Catat 23 Bencana dalam Dua Hari

Kamis, 16 April 2026 | 17:28

Fokus pada Inovasi dan Kesejahteraan, Bupati Mimika Raih KWP Award 2026

Kamis, 16 April 2026 | 17:22

Sudewo Ngaku Kangen Warga Pati

Kamis, 16 April 2026 | 17:17

Selengkapnya