Berita

Petunjuk jalan arah pelabuhan/Net

Dunia

Pelabuhan Utama Mozambik Utara Berhasil Dikuasai Kelompok Jihadis Afrika Tengah

KAMIS, 13 AGUSTUS 2020 | 11:37 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kelompok militan Islam ISCAP yang terafiliasi ISIS dikabarkan berhasil menduduki pelabuhan utama di Mozambik utara yang dikenal kaya akan gas pada Rabu (12/8).

Mereka berhasil menduduki pelabuhan setelah melakukan serangan selama berhari-hari. Serangan itu adalah yang terbaru dari pemberontakan yang semakin intensif di utara negara itu sejak 2017 yang telah menewaskan lebih dari 1.000 orang dan rencana rumit untuk mengembangkan cadangan gas lepas pantai.

Situs lokal melaporkan "Pelabuhan Mocimboa da Praia dikuasai oleh teroris saat fajar," sementara sumber militer mengatakan kepada AFP bahwa kota kecil dan pelabuhannya telah "jatuh".


Pasukan pertahanan Mozambik (FDS) menegaskan bahwa selama sepekan ini para teroris telah melancarkan serangan berurutan di beberapa desa di sekitar pelabuhan dalam upaya untuk menduduki kota itu.

"Saat ini, ada tindakan yang sedang berlangsung untuk menetralisir teroris yang menggunakan populasi di daerah yang terkena dampak sebagai perisai," kata FDS dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari AFP, Kamis (13/8).

Mocimboa da Praia terletak kurang dari 80 kilometer (50 mil) di selatan semenanjung Afungi di mana fasilitas gas alam cair (LNG), salah satu proyek investasi tunggal terbesar di Afrika berada. Pelabuhan tersebut saat ini menjadi pusat lalu lintas utama untuk proyek gas.

Sumber militer mengatakan bahwa selama serangan Rabu, sebuah granat berpeluncur roket menenggelamkan sebuah kapal milik mantan presiden Armando Guebuza. Situasinya rumit, kata sumber itu.

Di bawah Guebuza, Mozambik diam-diam meminjam sekitar 2 miliar dolar AS dari Credit Suisse dan Bank VTB Rusia untuk membiayai pengawasan maritim dan membeli kapal militer penangkap ikan tuna dari Privinvest pada 2013 dan 2014.

Tetapi pemerintah baru mengungkapkan utangnya itu pada tahun 2016, sebuah tindakan yang menjerumuskan negara Afrika selatan yang miskin dan bergantung pada donor ke dalam krisis keuangan terburuk yang pernah ada.

Proyek Lokasi & Data Peristiwa Konflik Bersenjata (ACLED) mengatakan serangan di wilayah utara telah menewaskan sedikitnya 1.300 orang, serta jumlah pengungsi lebih dari 250 ribu orang.

Dalam laporan mingguan terbaru yang dirilis pada hari Rabu, ACLED mengatakan pemberontak dan pasukan keamanan pemerintah telah melakukan pertempuran yang kurang lebih konstan di daerah tersebut selama seminggu terakhir.

Serangan dimulai pada 2017 di Mocimboa da Praia dan sejak itu menyebar ke sebagian besar provinsi Cabo Delgado. Serangan terbaru - yang ketiga di kota itu tahun ini diklaim oleh Negara Islam Provinsi Afrika Tengah (ISCAP).

Kelompok yang berafiliasi dengan ISIS itu memiliki tujuan untuk mendirikan kekhalifahan di wilayah tersebut.

ISCAP telah mengklaim beberapa serangan sejak Juni 2019 melalui media sosial, sering kali memposting gambar tentara yang terbunuh dan senjata yang disita.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

UPDATE

Dua Nama Hilang dari Daftar Calon BPK

Kamis, 10 September 2026 | 00:17

UAG Perkuat Sekolah Rakyat dan Talenta Halal Nasional

Kamis, 10 September 2026 | 00:06

Langkah Berani Gubernur Sultra Tertibkan Aset Usik Zona Nyaman Oknum Tertentu

Rabu, 09 September 2026 | 23:52

DPRD DKI Dukung Perluas Program Pendidikan bagi Santri Perkotaan

Rabu, 09 September 2026 | 23:32

Salat Istisqa Digelar di Lahat, Bursah Zarnubi Mohon Hujan segera Turun Merata

Rabu, 09 September 2026 | 23:22

DPR Dorong Pembangunan dari Desa Lewat Rakernas AKSI

Rabu, 09 September 2026 | 23:20

Rosan Roeslani Masuk Dua Besar Menteri Berkinerja Terbaik

Rabu, 09 September 2026 | 23:00

DPR: Kalau Ada Laporan Masyarakat, Polri Tak Perlu Ragu

Rabu, 09 September 2026 | 22:59

Jangan Sampai Indonesia jadi Sasaran Empuk Jaringan Narkoba Internasional

Rabu, 09 September 2026 | 22:45

Mantan Napi KDRT Diduga Kriminalisasi Istri Lewat Kesaksian Palsu ART

Rabu, 09 September 2026 | 22:31

Selengkapnya