Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Bangun Kekuatan, Angkatan Bersenjata China Seleksi 16 Ribu Calon Pilot Jet Tempur Berbasis Kapal Induk

SELASA, 11 AGUSTUS 2020 | 10:12 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ambisi China untuk mengembangkan kekuatan angkatan bersenjatanya akan segera terwujud setelah sekitar 16 ribu orang mendaftar untuk perekrutan pilot tahunan Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA).

Di antara mereka yang telah lulus tes untuk menjadi kadet pilot, hampir setengahnya akan dilatih untuk menerbangkan jet tempur berbasis kapal induk di tahun-tahun yang akan datang dengan harapan dapat memenuhi program kapal induk China di masa depan.

Para ahli mengatakan bahwa rasio tersebut menunjukkan ambisi China dalam pengembangan kapal induk, karena negara tersebut dapat mengoperasikan tiga atau lebih kapal induk dalam waktu dekat, yang membutuhkan lebih banyak pilot, seperti dikutip dari GT, Senin (10/8).


Angkatan Laut PLA baru-baru ini menyelesaikan upaya perekrutan pilot tahun 2020, di mana tidak ada yang terinfeksi oleh virus corona berkat pengujian asam nukleat dan prosedur yang dioptimalkan, lapor CCTV pada hari Minggu.

Chu Hanqiang, Direktur Kantor Rekrutmen Pilot Angkatan Laut PLA, seperti dikutip dalam laporan tersebut menyebutkan bahwa 49 persen dari kandidat yang terdaftar akan menjadi taruna pilot jet tempur berbasis kapal induk, dan ini akan memuaskan perkembangan kapal induk.

"Di masa lalu, sebagian besar kadet pilot Angkatan Penerbangan Angkatan Laut dilatih untuk menerbangkan jet tempur dan pembom darat," kata Li Jie, seorang ahli angkatan laut yang berbasis di Beijing.

Li mengatakan peningkatan yang signifikan dalam rasio taruna pilot jet tempur berbasis kapal induk menunjukkan bahwa China akan mengoperasikan tidak hanya dua kapal induk.

Forbes melaporkan pada bulan Juli bahwa kapal induk ketiga China sedang dirakit di dok kering di Galangan Kapal Jiangnan Shanghai. Pengamat militer memperkirakan kapal induk baru itu akan jauh lebih besar dan membawa lebih banyak pesawat daripada dua kapal China sebelumnya, Liaoning dan Shandong .

Kadet akan belajar selama empat tahun dan berpotensi terus berlatih di pesawat latih tingkat lanjut, kata situs program rekrutmen pilot Angkatan Laut. Ini berarti para kadet baru ini dapat bergabung dengan layanan aktif ketika kapal induk ketiga ditugaskan, kata pengamat.

Li mengatakan bahwa selain jet tempur berbasis kapal induk, Angkatan Laut PLA juga membutuhkan lebih banyak pilot untuk helikopter berbasis kapal, karena China baru-baru ini meluncurkan dua kapal serbu amfibi Tipe 075 dan masing-masing memiliki potensi untuk membawa sekitar 30 helikopter.

Kapal perang lainnya, termasuk kapal perusak Tipe 055 dan Tipe 052D, juga menampung helikopter, kata Li.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

UPDATE

Dua Nama Hilang dari Daftar Calon BPK

Kamis, 10 September 2026 | 00:17

UAG Perkuat Sekolah Rakyat dan Talenta Halal Nasional

Kamis, 10 September 2026 | 00:06

Langkah Berani Gubernur Sultra Tertibkan Aset Usik Zona Nyaman Oknum Tertentu

Rabu, 09 September 2026 | 23:52

DPRD DKI Dukung Perluas Program Pendidikan bagi Santri Perkotaan

Rabu, 09 September 2026 | 23:32

Salat Istisqa Digelar di Lahat, Bursah Zarnubi Mohon Hujan segera Turun Merata

Rabu, 09 September 2026 | 23:22

DPR Dorong Pembangunan dari Desa Lewat Rakernas AKSI

Rabu, 09 September 2026 | 23:20

Rosan Roeslani Masuk Dua Besar Menteri Berkinerja Terbaik

Rabu, 09 September 2026 | 23:00

DPR: Kalau Ada Laporan Masyarakat, Polri Tak Perlu Ragu

Rabu, 09 September 2026 | 22:59

Jangan Sampai Indonesia jadi Sasaran Empuk Jaringan Narkoba Internasional

Rabu, 09 September 2026 | 22:45

Mantan Napi KDRT Diduga Kriminalisasi Istri Lewat Kesaksian Palsu ART

Rabu, 09 September 2026 | 22:31

Selengkapnya