Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Berbagai Spekulasi Muncul, PBB Sebut Belum Terima Permintaan Penyelidikan Ledakan Beirut

SABTU, 08 AGUSTUS 2020 | 11:58 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Berbagai teori atas ledakan yang terjadi di Ibu Kota Beirut Selasa lalu mulai bermunculan, sementara penyelidikan terus dilakukan oleh pemerintah Lebanon.

Penyelidikan awal Lebanon telah menunjukkan kargo amonium nitrat, yang ditinggalkan di Beirut, sebagai sumber ledakan. Selama kunjungan ke Beirut pada hari Kamis, Macron mengatakan bahwa perlu penyelidikan internasional yang transparan.

Sementara itu, Juru Bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa Farhan Haq mengaku pihaknya  belum menerima permintaan apa pun untuk menyelidiki ledakan mematikan di pelabuhan Beirut itu, setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron menyerukan penyelidikan internasional saat berkunjung ke Lebanon pada Rabu lalu.


“Kami akan bersedia mempertimbangkan permintaan seperti itu jika kami menerimanya. Namun, tidak ada yang seperti itu yang diterima,” kata Farhan, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (8/8).

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga dapat mengadakan penyelidikan jika dimandatkan oleh badan legislatif PBB seperti Majelis Umum yang beranggotakan 193 orang atau Dewan Keamanan yang beranggotakan 15 orang.

Presiden Lebanon Michel Aoun sendiri mengatakan pada hari Jumat (7/8) bahwa penyelidikan Lebanon atas ledakan itu akan memeriksa apakah ledakan itu disebabkan oleh bom atau gangguan eksternal lainnya atau apakah itu karena kelalaian atau kecelakaan.

Puluhan orang masih dinyatakan hilang setelah ledakan hari Selasa di ibu kota Lebanon yang menewaskan sedikitnya 154 orang, melukai 5.000 orang dan menyebabkan hingga 300 ribuan orang tidak memiliki rumah layak huni, menghantam negara yang tengah berada dalam cengkeraman krisis ekonomi dan lonjakan kasus virus corona.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

UPDATE

Dua Nama Hilang dari Daftar Calon BPK

Kamis, 10 September 2026 | 00:17

UAG Perkuat Sekolah Rakyat dan Talenta Halal Nasional

Kamis, 10 September 2026 | 00:06

Langkah Berani Gubernur Sultra Tertibkan Aset Usik Zona Nyaman Oknum Tertentu

Rabu, 09 September 2026 | 23:52

DPRD DKI Dukung Perluas Program Pendidikan bagi Santri Perkotaan

Rabu, 09 September 2026 | 23:32

Salat Istisqa Digelar di Lahat, Bursah Zarnubi Mohon Hujan segera Turun Merata

Rabu, 09 September 2026 | 23:22

DPR Dorong Pembangunan dari Desa Lewat Rakernas AKSI

Rabu, 09 September 2026 | 23:20

Rosan Roeslani Masuk Dua Besar Menteri Berkinerja Terbaik

Rabu, 09 September 2026 | 23:00

DPR: Kalau Ada Laporan Masyarakat, Polri Tak Perlu Ragu

Rabu, 09 September 2026 | 22:59

Jangan Sampai Indonesia jadi Sasaran Empuk Jaringan Narkoba Internasional

Rabu, 09 September 2026 | 22:45

Mantan Napi KDRT Diduga Kriminalisasi Istri Lewat Kesaksian Palsu ART

Rabu, 09 September 2026 | 22:31

Selengkapnya