Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Tak Ada Aturan Jarak Sosial Seorang Anak Yang Ditahan Pasukan Israel Positif Covid-19

SABTU, 08 AGUSTUS 2020 | 07:12 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kelompok Defense for Children International-Palestine (DCI-P) mengatakan seorang anak Palestina yang ditahan disebuah penjara Israel talah dinyatakan positif Covid-19.

Iyad Misk, seorang pengacara hak asasi mengatakan remaja berusia 15 tahun itu berasal dari kamp pengungsi Al-Jalazoun di kota Ramallah, Tepi Barat. Ia ditahan kurang dari dua minggu lalu dan dibawa ke Penjara Shikma di Ashkelon, Israel selatan, untuk diinterogasi.

Sejauh ini dilaporkan ada sekitaf 30 penjaga penjara Israel dan tujuh tahanan Palestina  yang  dinyatakan positif Covid-19, seperti dikutip dari Memo, Jumat (7/8).


Ini terjadi setelah  Mahkamah Agung Israel memutuskan bahwa tahanan Palestina tidak memiliki hak untuk perlindungan jarak sosial terhadap virus corona.

Pengadilan tinggi Israel menolak petisi yang dibuat oleh Adalah sebuah Pusat Hukum untuk Hak Minoritas Arab yang meminta otoritas penjara untuk menerapkan pedoman perlindungan Covid-19 bagi narapidana di penjara Gilboa, sebuah fasilitas di Israel utara yang menampung sekitar 450 warga Palestina yang diklasifikasikan oleh Israel sebagai "tahanan keamanan ”.

Israel dinilai telah gagal memberi perlindungan kepada tahanan dengan tidak memberikan layanan pencegahan dasar sejak awal pandemik, dan bahkan menarik beberapa produk makanan dan alat kebersihan dari penjara.

"Tidak ada yang bisa membenarkan tindakan pasukan Israel yang telah melakukan penahanan kepada seorang anak yang saat ini terinfeksi Covid-19," kata Ayed Abu Eqtaish, direktur program DCI-P.

“Dengan memperpanjang penahanan  anak laki-laki ini, otoritas Israel secara sembrono membahayakan kesehatan dan kesejahteraannya bersama dengan kesehatan tahanan lainnya. Otoritas Israel harus segera membebaskan semua tahanan anak Palestina. "

Sepanjang Juni tercatat ada sekitar 160 anak Palestina yang ditahan di penjara militer Israel, dan sebanyak 700 lebih  anak Palestina dari Yerusalem Timur dipenjara tahun lalu.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

UPDATE

Dua Nama Hilang dari Daftar Calon BPK

Kamis, 10 September 2026 | 00:17

UAG Perkuat Sekolah Rakyat dan Talenta Halal Nasional

Kamis, 10 September 2026 | 00:06

Langkah Berani Gubernur Sultra Tertibkan Aset Usik Zona Nyaman Oknum Tertentu

Rabu, 09 September 2026 | 23:52

DPRD DKI Dukung Perluas Program Pendidikan bagi Santri Perkotaan

Rabu, 09 September 2026 | 23:32

Salat Istisqa Digelar di Lahat, Bursah Zarnubi Mohon Hujan segera Turun Merata

Rabu, 09 September 2026 | 23:22

DPR Dorong Pembangunan dari Desa Lewat Rakernas AKSI

Rabu, 09 September 2026 | 23:20

Rosan Roeslani Masuk Dua Besar Menteri Berkinerja Terbaik

Rabu, 09 September 2026 | 23:00

DPR: Kalau Ada Laporan Masyarakat, Polri Tak Perlu Ragu

Rabu, 09 September 2026 | 22:59

Jangan Sampai Indonesia jadi Sasaran Empuk Jaringan Narkoba Internasional

Rabu, 09 September 2026 | 22:45

Mantan Napi KDRT Diduga Kriminalisasi Istri Lewat Kesaksian Palsu ART

Rabu, 09 September 2026 | 22:31

Selengkapnya