Berita

Dubes Indonesia untuk Beirut, Hajrianto Y Tohari/Net

Dunia

Dubes Hajriyanto: Kabar Dari Beirut, Tidak Ada Warga Indonesia Yang Jadi Korban Ledakan

SABTU, 08 AGUSTUS 2020 | 06:52 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Duta Besar Republik Indonesia untuk Lebanon Hajriyanto Y Tohari sangat bersyukur karena tidak ada warganegara Indonesia yang menjadi korban dalam ledakan besar di Beirut hari Selasa lalu (4/8). Seluruh WNI termasuk staf KBRI selamat dan dalam keadaan sehat.

“Sore itu, jam 18.00 waktu Beirut masih terang. Saya masih berada di lantai empat. Dan biasanya staf KBRI di jam-jam itu setelah selesai ngantor pergi hangout, cari makan atau minum kopi. Namun, sore itu ternyata semua (STAF KBRI) tidak pergi kemana-mana. Alhamdulillah, itu cara Allah melindungi kami semua,” ujarnya dalam bincang-bincang santai di acara "RMOL World View", Jumat (7/8) malam.

Kekuatan ledakan yang oleh banyak pihak dikatakan setara dengan gempa berkekuatan 3,5 skala richter itu, terasa hingga radius 10 kilometer.  Adapun kompleks KBRI terletak sekitar 8,3 kilometer dari lokasi ledakan. Namun, tidak ada kerusakan berarti yang menimpa gedung KBRI.


“Sementara bangunan lain yang jaraknya juga hampir sama, mengalami kerusakan parah hingga memakan korban. Namun, gedung KBRI tetapi tidak ada kerusakan berarti,” terang Hajriyanto.

Komplek KBRI terletak di kawasan perbukitan di Baabda. Lokasinya lebih tinggi dari pusat Kota Beirut yang ada di area downtown.

“Gedung KBRI berbeda dengan kedutaan-kedutaan besar negara lainnya yang sebagian besar mempunyai kantor di pusat kota, di Downtown. KBRI itu terletak di pinggiran kota Beirut,  bertetangga dengan Istana Presiden, ada perbukitan. Dipisahkan pula dengan hutan kota.”

Hajrianto juga mengisahkan bagaimana Kapal Perang RI Sultan Hasanuddin bersama 120 prajurit marinir Kontingen Garuda selamat dari dahsyatnya ledakan pelabuhan Beirut.

KRI Sultan Hasanuddin dengan 120 prajurit Marinir Angkatan Laut RI selamat dari ledakan karena pada saat kejadian sedang berlayar mengadakan patroli di laut lepas. Sementara lokasi tempat kapal itu biasa bersandar di Pelabuhan Beirut, hancur-lebur.

“Malam hari, sehari sebelum ledakan, ada perubahan jadwal. Jadi KRI menerima penugasan untuk berangkat. Padahal jadwal meraka adalah pekan depan. Alhamdulillah. Itu adalah cara Allah melindungi mereka, melindungi warga Indonesia,” ujar Hajrianto.

Berbeda halnya dengan kapal perang Bangladesh yang selalu bersandar  berdekatan dengan KRI Sultan Hasanuddin di Pelabuhan Beirut. Saat terjadi ledakan, kapal perang Bangladesh sedang bersandar. Kapal itu  mengalami kerusakan berat, dua personelnya tewas dan tujuh orang dalam keadaan kritis di rumah sakit karena begitu parahnya lukanya.

Di tengah bencana yang menimpa Beirut, orang-orang Indonesia yang ada di negara itu diberi perlindungan yang luar biasa.

Hajrianto juga mengisahkan, ada kapal pesiar, The Orient Queen, yang terbalik. Pada saat kejadian, kapal itu sedang bersandar karena memang sedang diliburkan terkait Covid-19. Beberapa kru-ya ada orang Indonesia. Namun, pada sore itu, kru yang dari Indonesia tidak berada di sana.

Dilaporkan dari TN, Jumat (7/8), kantor pusat Abou Merhi Cruises, yang mengoperasikan kapal Orient Queen mengalami kerusakan parah. Salah satu awak kapal Orient Queen tewas dalam ledakan itu dan satu lagi dilaporkan hilang. Sementara beberapa anggota awak lainnya berada di rumah kit di seluruh kota. Operator kapal Abou Merhi Cruises, yang masih shock dengan peristiwa ledakan itu menyebutnya sebagai tragedi mengerikan.

“Banyak peristiwa yang saya lihat menandakan Allah sayang dan melindungi orang-orang Indonesia di Beirut,” ujar Hajriyanto yang juga ikut berbelasungkawa atas peristiwa ledakan itu.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

UPDATE

Dua Nama Hilang dari Daftar Calon BPK

Kamis, 10 September 2026 | 00:17

UAG Perkuat Sekolah Rakyat dan Talenta Halal Nasional

Kamis, 10 September 2026 | 00:06

Langkah Berani Gubernur Sultra Tertibkan Aset Usik Zona Nyaman Oknum Tertentu

Rabu, 09 September 2026 | 23:52

DPRD DKI Dukung Perluas Program Pendidikan bagi Santri Perkotaan

Rabu, 09 September 2026 | 23:32

Salat Istisqa Digelar di Lahat, Bursah Zarnubi Mohon Hujan segera Turun Merata

Rabu, 09 September 2026 | 23:22

DPR Dorong Pembangunan dari Desa Lewat Rakernas AKSI

Rabu, 09 September 2026 | 23:20

Rosan Roeslani Masuk Dua Besar Menteri Berkinerja Terbaik

Rabu, 09 September 2026 | 23:00

DPR: Kalau Ada Laporan Masyarakat, Polri Tak Perlu Ragu

Rabu, 09 September 2026 | 22:59

Jangan Sampai Indonesia jadi Sasaran Empuk Jaringan Narkoba Internasional

Rabu, 09 September 2026 | 22:45

Mantan Napi KDRT Diduga Kriminalisasi Istri Lewat Kesaksian Palsu ART

Rabu, 09 September 2026 | 22:31

Selengkapnya