Berita

Presiden Repub;ik Togo, Faure Gnassingbe/Net

Dunia

Koalisi Masyarakat Sipil Togo Tuding Pemerintah Memata-matai Rakyatnya Sendiri

KAMIS, 06 AGUSTUS 2020 | 06:28 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Togo di bawah Presiden Faure Gnassingbe dituding telah melakukan aksi spionase terhadap rakyatnya sendiri.

Hal itu terungkap saat Koalisi masyarakat sipil Togo pada hari Rabu (5/8) menuduh pemerintah memata-matai publik setelah adanya laporan yang mengatakan enam kritikus Presiden Faure Gnassingbe, termasuk para pemimpin Katolik, telah menjadi korban kampanye peretasan.
Menurut sebuah penyelidikan yang diterbitkan pada hari Senin (3/8) oleh harian Prancis Le Monde dan surat kabar Guardian Inggris, orang-orang di Togo diberitahu oleh WhatsApp pada tahun lalu bahwa ponsel mereka telah menjadi sasaran serangan spyware.

"Kami berada di negara polisi yang menggunakan dan menyalahgunakan spionase terhadap warganya sendiri," kata David Dosseh, juru bicara FCTD, organisasi payung kelompok masyarakat sipil, seperti dikutip dari AFP, Rabu (5/8).

"Kami berada di negara polisi yang menggunakan dan menyalahgunakan spionase terhadap warganya sendiri," kata David Dosseh, juru bicara FCTD, organisasi payung kelompok masyarakat sipil, seperti dikutip dari AFP, Rabu (5/8).

Mengutip dari gugatan yang diajukan oleh WhatsApp terhadap perusahaan Israel NSO Group, surat kabar itu mengatakan 1.400 pengguna di seluruh dunia telah menjadi sasaran alat penguping canggih yang disebut Pegasus.

Dalam rincian gugatan itu disebutkan bahwa teknologi itu berpotensi memberikan akses ke email, teks, dan gambar, dan bisa juga digunakan untuk merekam dengan mengoperasikan kamera dan mikrofon ponsel dari jarak jauh.

Di Togo, perangkat lunak itu dilaporkan digunakan untuk melawan oposisi, aktivis masyarakat sipil, dan ulama Katolik, termasuk Presiden Konferensi Uskup Togo, Benoit Alowonou, yang dikenal dengan aktivisme-nya.

Elliott Ohin, mantan menteri pemerintahan yang ada di partai oposisi, dan Raymond Houndjo, rekan dekat seorang politisi oposisi terkemuka juga disebutkan dalam laporan itu.

"Investigasi itu mengkonfirmasi dan memberikan bukti material tentang situasi yang banyak dicurigai," kata Dosseh.

Gnassingbe, yang terpilih kembali tahun ini untuk periode masa jabatan keempatnya. Ia telah memimpin negara berpenduduk delapan juta orang itu sejak mengambil alih kekuasaan pada 2005 setelah kematian ayahnya Gnassingbe Eyadema, yang memerintah Togo dengan tangan besi selama 38 tahun.

Pemerintah tidak mengomentari penyelidikan internasional yang juga menyebutkan target serangan itu termasuk wartawan di India dan Maroko, aktivis politik dari Rwanda dan politisi separatis Catalan di Spanyol.

"Rezim Faure Gnassingbe melebihi semua batas kesusilaan politik," kata Nathaniel Olympio, presiden oposisi Partai Rakyat Togo.

"Senjata yang dimaksudkan untuk memerangi terorisme telah berbalik melawan oposisi, ulama dan pembela hak asasi manusia," katanya.
Republik Togo adalah sebuah negara di Afrika Barat, yang berbatasan dengan Ghana di barat, Benin di timur dan Burkina Faso di utara.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

UPDATE

Dua Nama Hilang dari Daftar Calon BPK

Kamis, 10 September 2026 | 00:17

UAG Perkuat Sekolah Rakyat dan Talenta Halal Nasional

Kamis, 10 September 2026 | 00:06

Langkah Berani Gubernur Sultra Tertibkan Aset Usik Zona Nyaman Oknum Tertentu

Rabu, 09 September 2026 | 23:52

DPRD DKI Dukung Perluas Program Pendidikan bagi Santri Perkotaan

Rabu, 09 September 2026 | 23:32

Salat Istisqa Digelar di Lahat, Bursah Zarnubi Mohon Hujan segera Turun Merata

Rabu, 09 September 2026 | 23:22

DPR Dorong Pembangunan dari Desa Lewat Rakernas AKSI

Rabu, 09 September 2026 | 23:20

Rosan Roeslani Masuk Dua Besar Menteri Berkinerja Terbaik

Rabu, 09 September 2026 | 23:00

DPR: Kalau Ada Laporan Masyarakat, Polri Tak Perlu Ragu

Rabu, 09 September 2026 | 22:59

Jangan Sampai Indonesia jadi Sasaran Empuk Jaringan Narkoba Internasional

Rabu, 09 September 2026 | 22:45

Mantan Napi KDRT Diduga Kriminalisasi Istri Lewat Kesaksian Palsu ART

Rabu, 09 September 2026 | 22:31

Selengkapnya