Berita

Anggota Komisi III DPR Benny K. Harman/Net

Politik

Benny Harman Ajak Rakyat Kawal Kasus Djoko Tjandra Agar Tidak Masuk Peti Es

MINGGU, 19 JULI 2020 | 13:41 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pengungkapan terhadap buronan kelas kakap Djoko Tjandra belum selesai. Setelah memecat jenderal bintang satu dari posisi yang diduduki setelah terlibat dalam kehadiran sang buron ke tanah air, kini Polri didesak untuk menangkap buron tersebut.

Hal itu dilakukan agar pihak kejaksaan dapat menyelesaikan kasus korupsi hak tagih Bank Bali yang dilakukan Djoko Tjandra dengan terang benderang.

Anggota Komisi III DPR Benny K. Harman pun mengajak rakyat untuk mengawal kasus ini agar tidak menguap begitu saja.


"Apa kabar case Djoko Tjandra? Harus dikawal ketat agar tidak dipetieskan," tegasnya dalam akun media sosialnya, Minggu (19/7).

Dia mengatakan Polri juga harus turun tangan menindak tegas sejumlah perwira polisi yang ikut campur atau terlibat dalam kasus Djoko Tjandra.

"Demi nama baik Polri. Para pamen, dan jenderal yang terlibat jangan hanya diadili di propam. Pasal korupsi harus dikenakan untuk mereka," katanya.

Politisi asal NTT ini juga menyarankan agar KPK dilbatkan langsung dalam penanganan sejumlah perwira polisi yang ikut terlibat dalam penanganan kasus Djoko Tjandra.

"KPK mesti supervisi jika perlu mengambil alih penangannya. Rakyat monitor," tutupnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya