Berita

Sebuah kapal perang meluncurkan rudal Harpoon buatan AS selama latihan militer "Han Kuang" /Net

Dunia

Taiwan Gelar Latihan Militer Gabungan 'Han Kuang', Libatkan 8.000 Personel

KAMIS, 16 JULI 2020 | 12:28 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Taiwan menggelar latihan gabungan tahunan yang disebut dengan "Han Kuang" yang artinya kemenangan Han. Latihan untuk tahun ini menjadi semakin penting karena membawa tekad yang kuat untuk mempertahankan wilayah dari situasi kawasan yang semakin panas.

Latihan tersebut digelar di jalur pantai dekat Taichung, Taiwan bagian tengah, Kamis (16/7). Mengerahkan sekitar 8.000 personel, sejumlah jet tempur F-16, alutsista buatan dalam negeri, hingga tank-tank yang melintasi semak belukar, menembakkan peluru untuk menghancurkan sasaran di pantai.

"Latihan Han Kuang adalah acara tahunan utama bagi angkatan bersenjata, yang mengevaluasi pengembangan kemampuan tempur. Terlebih lagi, ini memungkinkan dunia melihat tekad dan upaya kita untuk mempertahankan wilayah," ujar Tsai yang menyaksikan latihan tersebut secara langsung.


"Seperti yang saya katakan, keamanan nasional tidak bergantung pada membungkuk dan mengikis, tetapi pada pertahanan nasional yang solid. Semua perwira dan tentara adalah inti dari itu," tambahnya, seperti dikutip Reuters.

Upaya Taiwan untuk mempertahankan wilayahnya secara terang-terangan ditujukan kepada China. Beijing selama ini memang menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya.

Meski Taiwan memiliki militer yang baik dan sebagian besar alutsistanya diimpor dari Amerika Serikat (AS), China memiliki keunggulan yang lebih. Sumber daya manusia, pealatan canggih, hingga rudal balistik dengan teknologi terbaru dimiliki China.

Beberapa waktu terakhir, China sendiri telah meningkatkan tekanannya pada Taiwan. Terutama setelah Tsai dari Partai Progresif Demokratik memenangkan pemilihan umum untuk periode keduanya pada Januari.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya