Berita

Michael Flynn, mantan direktur Badan Intelijen Pertahanan/Net

Dunia

Trump Akan Sambut Michael Flynn Kembali Ke Gedung Putih

KAMIS, 16 JULI 2020 | 06:37 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Donald Trump kembali membuat kejutan. Dia mengatakan akan menerima pensiunan Letnan Jenderal Michael Flynn kembali ke Gedung Putih.

Flynn, mantan direktur Badan Intelijen Pertahanan, adalah seorang pendukung kampanye Trump 2016. Ia menjabat sebagai penasihat keamanan nasional pertama presiden. Namun Trump mencopot Flynn pada Februari 2017, kurang dari sebulan masa jabatannya. Ia dipecat karena terbukti berbohong kepada Wakil Presiden Mike Pence tentang percakapannya dengan Duta Besar Rusia saat itu, Sergey Kislyak.

Bulan lalu, pengadilan federal menghentikan kasusnya. Kemudian Trump mengatakan ia akan menyambut Flynn kembali ke Gedung Putih.


"Saya akan melakukannya. Saya pikir dia pria yang hebat," kata Trump dalam sebuah wawancara eksklusif dikutip dari CBS, Rabu (15/7).

"Dia hebat, dia berkarir di militer selama bertahun-tahun. Itu sangat terhormat. Apa yang Jenderal Flynn lalui sangat tidak adil," ujar Trump.

Flynn telah menghabiskan tiga tahun terakhir dalam pergolakan sistem peradilan. Dia mengaku bersalah membuat pernyataan palsu kepada FBI. Flynn diberikan keringanan hukuman karena bersedia bekerja sama dengan para penyelidik terhadap kasus Robert Mueller dan campur tangan Rusia dalam pemilu 2016.

“Saya pikir, dia tidak membutuhkan pengampunan karena dia memang terbukti tidak bersalah," tekan Trump. “Buat apa pengampunan kalau dia memang tidak bersalah?”

Trump telah lama yakin bahwa Flynn adalah korban agen federal yang nakal yang melakukan penyelidikan bermotivasi politik. Trump mengatakan dia membiarkan penyelidikan itu dipimpin oleh Jaksa Penuntut AS John Durham. Dia sama sekali tidak mau ikut campur ketika itu.

"Kamu harus mengerti. Aku diberi informasi bahwa dia berbohong."

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya