Berita

Aparat Keamanan Turki/Net

Dunia

Polisi Turki Amankan 18 Warga Irak Terkait Kelompok Teroris ISIL

RABU, 15 JULI 2020 | 09:44 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sebanyak 18 warga negara Irak ditangkap pihak kepolisian Ankara, Turki, karena dicurigai memiliki hubungan dengan kelompok teroris ISIL pada Selasa (14/7).

Setidaknya ada 20 tersangka yang diketahui telah melakukan kontak di daerah konflik dengan kelompok teroris ISIL. Hal itu telah diidentifikasi dalam sebuah operasi oleh tim anti-teror polisi provinsi, yang didukung oleh Organisasi Intelijen Nasional (MİT), seperti dikutip dari Hurriyet Daily, Rabu (15/7).

Dua tersangka lainnya masih dalam pengejaran pihak kepolisian Turki.


Sumber keamanan Turki mengatakan, tindakan penahanan itu dilakukan sebagai bagian dari operasi terhadap kelompok teror ISIL.

Turki adalah salah satu negara pertama yang memasukkan ISIL sebagai kelompok teror pada 2013 lalu.

Negara itu sejak itu telah dihantam oleh kelompok teroris ISIL berkali-kali dalam setidaknya 10 serangan bunuh diri, tujuh pemboman, dan empat serangan bersenjata, yang menelan korban tewas sebayank 315 orang dengan ratusan lainnya terluka.

Menanggapi hal tersebut, Turki telah meluncurkan operasi militer dan polisi di dalam dan luar negeri untuk mencegah serangan teror lebih lanjut.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya