Berita

Perempuan gunakan masker saat berjalan di jembatan Westminster, London, Maret 2020 lalu/Net

Dunia

Inggris Akan Berlakukan Wajib Pakai Masker Saat Belanja Ke Toko

SELASA, 14 JULI 2020 | 09:47 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Setelah Turkmenistan mewajibkan warganya menggunakan masker, walau tidak ada kasus Covid-19 di negara itu, kini menyusul Inggris yang akan mulai mewajibkan warganya mengenakan masker untuk menahan laju penyebaran virus corona.

Otoritas kesehatan Inggris terus mengkaji pedoman untuk mewajibkan warganya mengenakan masker terutama saat berada di toko.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan aturan mewajibkan masker disesuaikan dengan bukti ilmiah penularan virus.


“Bukti ilmiah dari masker wajah dan pentingnya menghentikan tetesan aerosol telah berkembang. Jadi saya pikir di toko-toko sangat penting untuk memakai masker wajah,” kata Boris Johnson, dikutip dari The Guardian, Senin (13/7).

“Masker wajah adalah asuransi tambahan yang bisa kita semua gunakan untuk menghentikan virus, menghentikan virus keluar dari kendali lagi,” ujarnya.

Johnson mengaku Inggris baru memulai untuk mengkaji aturan penggunaan masker. Aturan itu kelak akan digunakan sebagai penegakan kepatuhan. Ia sendiri sudah mulai menggunakan masker dan terlihat untuk pertama kalinya pada akhir pekan kemarin saat peluncuran kampanye penggunaan masker di toko-toko.

Jika kajian terhadap aturan itu berjalan baik, maka kemungkinan akan diberlakukan  mulai Senin (24/7) bagi semua orang yang hendak belanja ke toko. Bagi mereka yang tidak mengenakan masker akan dianggap melanggar hukum dan didenda sebesar 100 poundsterling (sekitar Rp1,8 juta).

"Semakin banyak bukti bahwa mengenakan masker di ruang tertutup membantu melindungi pribadi dan orang-orang di sekitar dari virus corona," ujar Johnson.

Data statistik Worldometers mencaat saat ini Inggris memiliki 290.133 kasus dengan 44.839 kematian.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya