Berita

Serangan Bom Mobil oleh milisi Taliban, yang terjadi kemarin Senin (13/7)/Net

Dunia

Serangan Bom Mobil Taliban Di Kantor Intelijen Afghanistan Tewaskan 11 Personel Keamanan, Puluhan Warga Sipil Luka-luka

SELASA, 14 JULI 2020 | 06:55 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sebanyak 11 personel menjadi korban serangan bom mobil yang dilakukan Taliban pada Senin (13/7). Serangan yang menyasar Kantor Badan Intelijen Afghanistan itu juga mengenai warga sipil, puluhan korban luka-luka dilarikan ke rumah sakit.

Para gerilyawan Taliban yang mengklaim serangan itu mengatakan, mereka mengirim seorang pembom bunuh diri dan meledakkan sebuah alat di dalam mobil di dekat Direktorat Keamanan Nasional (NDS), sementara orang-orang bersenjata menyerbu gedung di kota Aybak di utara negara itu.

Gubernur provinsi Samangan, Abdul Latif Ibrahimi, mengatakan ada 11 orang tewas dan 63 lainnya yang sebagian besar adalah warga sipil terluka akibat ledakan dan tembakan.


Sementara itu, jurubicara gubernur, Sediq Azizi, mengungkapkan serangan yang dilakukan oleh Taliban itu berlangsug selama kurang lebih 4 jam, sebelum akhirnya berhasil dihentikan oleh petugas keamanan.

“Serangan berlangsung selama hampir empat jam itu berakhir setelah pasukan keamanan menembak mati tiga pria bersenjata,” kata jurubicara gubernur Sediq Azizi, seperti dikutp dari AFP, Senin (13/7).

Seorang saksi mata melaporkan,ledakan yang terjadi sangatlah besar sehingga bangunan-bangunan yang ada di sekitar TKP ikut terdampak.

“Itu adalah ledakan besar yang menghancurkan semua jendela kita. Banyak orang terluka oleh pecahan kaca yang terbang,” kata saksi mata bernama Haseeb, seorang pegawai pemerintah yang bekerja di dekat kompleks NDS.

Dalam beberapa bulan terakhir, hampir setiap hari  Taliban melakukan serangan terhadap pasukan Afghanistan, bahkan disaat pemerintah sedang bersiap untuk terlibat dalam pembicaraan damai dengan para militan yang bertujuan mengakhiri perang yang telah berlangsung beberapa dekade di negara itu.

Sehari sebelumnya, para pejabat terkait mengatakan sebanyak 19 orang personel keamanan Afghanistan tewas dalam dua serangan terpisah yang dilakukan oleh milisi Taliban di Kunduz dan Badakhshan pada Minggu (12/7).

Serangan pertama terjadi di provinsi utara Kunduz, yang sempat jatuh dua kalike tangan gerilyawan dalam beberapa tahun terakhir. Pasukan Taliban telah secara teratur menyerang pasukan keamanan di wilayah itu dan sering kali berusaha memasuki kota.

“Sebanyak 12 tentara dan polisi tewas dalam pertempuran tujuh jam dengan pejuang Taliban yang menyerang pos terdepan mereka di provinsi utara Kunduz,”, kata kepala dewan provinsi, Mohammad Yusouf Ayubi.

Sementara itu serangan kedua yang terjadi di timur laut Badakhshan telah menewaskan tujuh orang personel polisi Afghanistan.

“Tujuh polisi tewas dalam pertempuran dengan pejuang Taliban”, kata juru bicara gubernur, Nik Mohammad.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya