Berita

Kementerian Luar Negeri Rusia di Moskow/Net

Dunia

Rusia Siap Beri Bantuan Untuk Stabilkan Situasi Atas Bentrokan Berdarah Armenia Dan Azerbaijan

SELASA, 14 JULI 2020 | 06:20 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Rusia menyatakan keprihatinannya atas memburuknya situasi di perbatasan Armenia-Azerbaijan yang terjadi pada Minggu (12/7) sore. Melalui Kementerian Luar Negeri, Rusia juga menyampaikan belasungkawa atas jatuhnya korban.  

“Menurut informasi yang masuk, permusuhan berlanjut dengan penggunaan artileri. Korban telah dilaporkan. Kami memberikan belasungkawa kami kepada keluarga dan teman-teman para korban,” isi pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia, dikutip dari News Am, Senin (13/7).

Rusia mendukung upaya menghindari provokasi dengan saling menahan diri antar kedua negara.


“Kami menganggap eskalasi  yang mengancam keamanan kawasan tidak dapat diterima. Kami mendesak pihak-pihak yang bertikai untuk menahan diri dan secara ketat mematuhi gencatan senjata,” lanjut pernyataan kementerian.

Pernyataan itu menambahkan bahwa Kementerian Luar Negeri Rusia siap memberikan bantuan yang diperlukan untuk menstabilkan situasi.

Sebelumnya, bentrokan terjadi antara pasukan militer Armenia dan pasukan militer Azerbaijan di perbatasan Tavush, Armenia. Disebutkan pasukan Azerbaijan yang datang menyerang lebih dulu dengan menggunakan senjata artileri. Empat tentara tewas dalam insiden tersebut. Keempatnya adalah tentara dari Azerbajan.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya