Berita

Ilustrasi ledakan bom mobil/Net

Dunia

Bom Mobil Meledak Di Afganistan, Menyusul Bentrokan Hebat

SENIN, 13 JULI 2020 | 16:05 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sebuah bom mobil meledak di sebuah kompleks pemerintahan di Provinsi Semangan, Afganistan bagian utara pada Senin (13/7). Setelah ledakan, sejumlah pria bersenjata bentrok dengan pasukan keamanan.

Badan Intelijen Utama mengatakan, serangan bom terjadi di fasilitas pemerintah, dekat dengan Kantor Direktorat Keamanan Nasional di Kota Aybak, Provinsi Samangan.

"Itu adalah serangan kompleks yang dimulai dengan bom mobil. Bentrokan dengan para penyerang masih berlangsung," ungkap jurubicara pemerintah Provinsi Samangan, Mohammad Sediq Azizi seperti dikutip Reuters.


Direktur Kesehatan Provinsi Samangan, Khalil Musadeq, mengatakan, sebanyak 43 warga sipil dan anggota pasukan keamanan terluka dalam serangan tersebut.

Namun jumlah dan kondisi korban diperkirakan akan memburuk karena bentrokan hebat masih berlangsung.

Hingga berita ini dirilis, belum diketahui identitas penyerang atau siapa yang berada di baliknya.

Namun, serangan tersebut terjadi ketika Amerika Serikat (AS) berusaha mengarahkan dialog intra-Afgan antara pemerintah Afganistan dan Taliban untuk mengakhiri perang selama lebih dari 18 tahun.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya