Berita

Otoritas Palestina memberlakukan jam malam dan kuncian total di beberapa wilayah/Net

Dunia

Kasus Baru Covid-19 Naik Lagi, Palestina Berlakukan Jam Malam

SENIN, 13 JULI 2020 | 14:51 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Otoritas Palestina memberlakukan langkah yang ketat untuk menghentikan penyebaran virus corona baru, mulai dari jam malam hingga kuncian secara penuh.

Dalam konferensi pers pada Minggu (12/7), jurubicara pemerintah Palestina, Ibrahim Melhem mengumumkan, Tepi Barat akan memberlakukan jam malam selama akhir pekan, dari Kamis malam (16/7) hingga Minggu pagi (19/7).

"Perjalanan alan dilarang setiap hari dari pukul 8 malam sampai 6 pagi di semua wilayah," sambungnya seperti dikutip CNA.


Selain memberlakukan jam malam, kota-kota besar seperti Ramallah, Hebron, Nablus, dan Bethlehem juga akan mulai dikunci secara total hingga Kamis malam.

Semua perjalanan antar kabupaten akan dilarang selama dua pekan. Sementara hanya apotek dan toko roti yang diizinkan untuk buka.

"Dilarang keras menyelenggarakan pernikahan, pemakaman, dan pesta," lanjut Melhem, seraya menambahkan bahwa warga Palestina juga dilarang pergi bekerja di permukiman Israel.

Dari laporan harian Kementerian Kesehatan, hingga Minggu, Pelestina sudah mencatatkan lebih dari 6.150 kasus Covid-19 dengan 33 kematian.

Pada awal Maret, otoritas Palestina memberlakukan kuncian penuh di Tepi Barat, namun dicabut pada akhirr Mei. Karena lonjakan kasus baru, kuncian diberlakukan kembali pada 3 Juli.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya