Berita

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dan anaknya, Donald Trump Jr./Net

Dunia

Media Selalu Serang Ayahnya, Donald Trump Jr.: Mereka Menutupi Sejarah Joe Biden Yang Mengerikan

SENIN, 13 JULI 2020 | 11:53 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Anak Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, Donald Trump Jr. geram pada media karena ayahnya kerap menjadi sasaran, alih-alih mencari seluk beluk Joe Biden.

Trump Jr. mengatakan, media saat ini tidak objektif ketika melihat ayahnya dan penantangnya dari Partai Demokrat, Joe Biden.

"Saya pikir ketika Anda memiliki serangan media di mana media telah benar-benar turun tahta posisi ereka mereka untuk melihat kedua belah pihak secara objektif," ujar Trump Jr.


"Mereka tidak melihat masa lalu Biden. Mereka tidak melihat sejarahnya," lanjutnya saat diwawancarai oleh Fox News pada Minggu (12/7).

Ia mengatakan, Biden berusaha untuk menutupi sejarahnya yang mengerikan dengan kesalahan-kesalahan ayahnya.

“Mereka ingin melakukan apapun yang mereka bisa untuk mencegah rakyat Amerika melihat Biden. Dia belum didefinisikan. Dan media berusaha memastikan bahwa tidak ada yang bisa mendefinisikan Joe Biden, karena begitu dia (terlihat), Anda akan melihat betapa mengerikannya gagasan ini bagi Amerika," jelas Trump Jr..

Dalam kesempatan tersebut, Trump Jr. mengecam rencana Biden untuk meluncurkan program "Build Back Better" senilai 700 miliar dolar AS untuk memberi dorongan pada ekonomi AS di tengah pandemik Covid-19.

"Anda tahu bahwa Joe Biden dapat menjual gagasan tentang 'sekarang kita akan membeli Amerika, mengirim Impian Amerika kita ke China'. Itu bodoh," tegasnya.

Sementara itu, berdasarkan rata-rata jajak pendapat RealClearPolitics, Biden terlihat memimpin dari Trump. Di beberapa negara bagian, ia unggul dengan selisih 9 persen.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya