Berita

Konflik Armenia-Azerbaijan telah berlangsung cukup lama/Net

Dunia

Pasukan Armenia Serang Azerbaijan Di Perbatasan, Dua Tewas Lima Cedera

SENIN, 13 JULI 2020 | 08:34 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bentrokan terjadi di sepanjang perbatasan antara pasukan tentara Armenia dan tentara Azerbaijan pada Minggu (12/7). Dua orang tentara dilaporkan tewas dalam peristiwa serangan yang menggunakan tembakan artileri itu.

Aksi ofensif pasukan Armenia itu berasal dari wilayah Tavush, sebuah pedesaan yang berada di bagian utara negara Armenia, menurut keterangan Kementerian Pertahanan Azerbaijan.

Serangan dimulai oleh pasukan Armenia yang kemudian disambut dengan serangan balasan oleh tentara Azerbaijan. Melalui pertarungan yang cukup kuat, akhirnya pasukan Armenia berhasil dipukul mundur.


“Dua prajurit Azerbaijan tewas dan lima lainnya cedera,” ungkap pernyataan kementerian tersebut, dikutip dari AFP, Minggu (12/7)

Armenina menuduh Azerbaijan sengaja menggunakan artileri dalam serangan yang bertujuan untuk merebut wilayah Armenia.

Juru Bicara Kementerian Pertahanan Armenia, Shushan Stepanyan, mengatakan dalam postingannya di Facebook bahwa tidak ada korban jiwa dari pihak Armenia.

“Tidak ada korban jiwa di antara prajurit Armenia,” kata Stepanyan.  

Sejak  pecah dari Uni Soviet pada 1991,  tidak ada hubungan diplomatik antara Armenia dan Azerbaijan. Dua negara bertetangga itu kerap berkonflik.

Armenia dan Azerbaijan mengalami konflik berkepanjangn hingga disebut sebagai Perang Armenia-Azerbaijan yang terjadi setelah Revolusi Rusia.  Konflik berkepanjangan itu selalu saja antara 1918 sampai tahun 1922.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya