Berita

Jutaan batang pohon ganja yang berhasil disita pasukan keamanan Turki

Dunia

Fantastis! Dalam Waktu Dua Hari Pasukan Keamanan Turki Sita 10 Juta Batang Pohon Ganja Milik Teroris

SENIN, 13 JULI 2020 | 06:33 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasukan Gendarmerie Turki  berhasil menyita lebih dari 10 juta batang pohon ganja dari beberapa provinsi lewat operasi narco-teror. Hebatnya, penyitaan itu hanya memakan waktu dua hari. Sebuah kerja keras yang layak diapresiasi.

Keterangan itu disampaikan oleh Kementerian Dalam Negeri pada Minggu (12/7), mereka menyebut ada 10.110.000 batang pohon ganja yang berhasil disita dalam operasi narco-teror dalam dua hari terakhir. Jika ditotal, telah ada 42 juta lebih batang pohon ganja yang berhasil diamankan hanya dalam waktu 15 hari.

Batang-batang pohong ganja itu diamankan pasukan Gendarmerie di beberapa wilayah.


Pasukan Gendarmerie Provinsi di distrik Genç, Bingöl timur menyita 6,11 juta akar ganja di 26 lokasi berbeda.

Sebanyak 4 juta batang lainnya berhasil disita oleh tim Gendarmerie Provinsi yang berada di distrik Kutu Diyarbakır, bersama dengan 1,244 kilogram ganja siap edar di 60 lokasi berbeda.
“Jumlah batang pohon ganja yang disita dalam 15 hari terakhir meningkat menjadi 42.110.000,” kata kementerian dalam sebuah pernyataan tertulis, seperti dikutip dari Huriyyet Daily, Minggu (12/7).

Kemendagri menggarisbawahi bahwa unit keamanan terus berjuang melawan perdagangan narkoba yang menjadi salah satu sumber pendapatan terpenting organisasi teroris seperti PKK.

PKK dilaporkan telah membiayai kegiatan terorisnya melalui perdagangan obat-obatan terlarang sejak awal tahun 1980-an, bahkan Interpol memperkirakan hingga 80% pasar obat-obatan terlarang Eropa dipasok oleh jaringan perdagangan yang dikendalikan oleh PKK.

Pihak berwenang Turki telah menyita pengiriman narkotika yang dimiliki atau dioperasikan oleh YPG / PKK sejak 1980-an.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya