Berita

Paus Fransiskus/Net

Dunia

Paus Fransiskus Terluka Soal Hagia Sophia: Pikiranku Pergi Ke Istanbul Memikirkan Santa Sophia Dan Aku Sangat Sedih

SENIN, 13 JULI 2020 | 06:14 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Di saat sebagian besar umat Muslim menyambut gembira keputusan Turki yang menetapkan Hagia Sophia menjadi masjid, hal berbeda justru dirasakan Paus Fransiskus. Paus mengaku dirinya sangat bersedih atas keputusan yang diambil  pemerintah Turki tersebut.

Kesedihan itu diungkapkan Paus selama pemberkatan mingguannya di Lapangan Santo Petrus. Ia mengecam keputusan Erdogan yang telah membuatnya terluka.

“Pikiranku pergi ke Istanbul. Saya memikirkan Santa Sophia dan saya sangat sedih,” katanya, seperti dikutip dari Reuters, Minggu (12/7).


Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan telah mengatakan bahwa ibadah pertama akan diadakan di Hagia Sophia pada 24 Juli mendatang. Pernyataan itu keluar setelah Erdogan menyatakan monumen kuno itu akan ditetapkan menjadi sebuah masjid kembali setelah sekian lama berfungsi sebagai museum.

Dewan Gereja Dunia sendiri telah meminta Erdogan untuk membatalkan keputusannya, Patriark Bartholomew, pemimpin spiritual Kristen Ortodoks dunia yang berbasis di Istanbul, menyebut keputusan itu mengecewakan.

Meskipun fungsinya ditetapkan sebagai tempat ibadah umat Islam, Erdogan mengatakan Hagia Sophia yang berusia hampir 1.500 tahun itu, yang juga pernah menjadi katedral Kristen, akan tetap terbuka bagi siapa saja.

Dia menambahkan bahwa Turki telah menggunakan hak kedaulatannya untuk mengubahnya menjadi masjid dan menafsirkan kritik terhadap langkah itu sebagai serangan terhadap kemerdekaannya.

Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB, UNESCO mengatakan Komite Warisan Dunia akan meninjau ulang keputusan alih fungsi Hagia Sophia yang dilakukan oleh Turki.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya