Berita

Presiden China, Xi Jinping/Net

Dunia

Pengamat: China Jadi Satu-satunya Kekuatan Utama Yang Alami Pertumbuhan Ekonomi Positif Tahun Ini

MINGGU, 12 JULI 2020 | 15:09 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sebuah jajak pendapat yang dilakukan terhadap para analis dan pengamat ekonomi menunjukkan, China akan mulai mengalami peningkatan pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua 2020.

Survei terhadap para analis di 11 insitusi yang dilakukan AFP menghasilkan, pertumbuhan ekonomi China untuk kuartal kedua tahun ini berkisar pada angka 1,3 persen. Turun jauh dari target sebelum adanya pandemik Covid-19, yaitu 6,1 persen.

Meski begitu, para analis memproyeksikan, China akan menjadi satu-satunya ekonomi utama yang mengalami pertumbuhan ekonomi positif untuk tahun ini. Lantaran China merupakan negara pertama yang terhantam wabah dan pulih lebih dulu,


Para ekonom memperkirakan, China akan mencatat pertumbuhan ekonomi 1,7 persen untuk satu tahun penuh.

Data pertumbuhan ekonomi China untuk periode April hingga Juni akan dipublikasikan pada Kamis (16/7).

Pada kuartal pertama, pemerintah China menutup negara selama berbulan-bulan untuk mengendalikan virus, termasuk menghentikan operasi pabrik dan membatasi perjalanan. Alhasil, ekonomi China merosot 6,8 persen dalam tiga bulan pertama 2020.

Namun sejak karantina di Hubei, khususnya Wuhan dicabut pada April, pemerintah mulai melanjutkan kembali aktivitas ekonomi.

Ketika wabah Covid-19 muncul kembali pada bulan lalu di Beijing, pemerintah hanya melakukan pembatasan yang sangat terbatas.

Ekonom utama Oxford Economics, Tommy Wu, memperkirakan China akan pulih pada kuartal kedua dan seterusnya karena tidak lagi tertahan oleh gangguan sisi pasokan, di mana pabrik-pabrik kembali beroperasi.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya