Berita

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo/Net

Dunia

AS Peringatkan Warganya Di China Untuk Waspada Atas Penangkapan Sewenang-wenang Otoritas Setempat

MINGGU, 12 JULI 2020 | 06:31 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengeluarkan peringatan bagi warga negaranya yang berada di China untuk meningkatkan kewaspadaan karena meningkatnya risiko penahanan sewenang-wenang di Negeri Tirai Bambu tersebut.

Melalui peringatan keamanan yang dirilis pada Sabtu (11/7), departemen menyebut, warga AS di China harus lebih berhati-hati terhadap penangkapan sewenang-senang dari pihak berwenang setempat.

"Warga negara AS dapat ditahan tanpa akses ke layanan konsuler atau informasi mengenai dugaan kejahatan mereka," ujar departemen seperti dikutip Reuters.


Departemen menjelaskan, warga AS bisa menghadapi interogasi dan penahanan karena alasan yang terkait dengan keamanan negara.

"Personel keamanan dapat menahan dan/atau mendeportasi warga AS karena mengirim pesan elektronik pribadi yang kritis terhadap pemerintah China," jelas departemen tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Dalam pernyataannya, departemen tidak menjelaskan latar belakang munculnya peringatan tersebut.

Namun peringatan tersebut muncul ketika AS dan China saling memberikan langkah keras satu sama lain.

Baru-baru ini, Washington dan Beijing dilaporkan bertukar larangan visa terhadap pejabat satu sama lain terkait dengan UU keamanan nasional Hong Kong dan pelanggaran hak asasi manusia di Xinjiang.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya