Berita

Peneliti Parag Chitnis ditunjuk kepalai NIFA/Net

Dunia

Ilmuwan India-Amerika Ditunjuk Kepalai Organisasi Penelitian Pertanian AS

SABTU, 11 JULI 2020 | 15:12 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ilmuwan India-Amerika terkemuka, Parag Chitnis, telah ditunjuk sebagai Penjabat Direktur Institut Pangan dan Pertanian Nasional (NIFA). Jabatan begengsi ini menugaskannya untuk mendorong semua penelitian pertanian yang didanai pemerintah federal di AS.

Chitnis diangkat sebagai Associate Director untuk Program-program awal tahun ini dan memimpin implementasi proyek-proyek penelitian NIFA sekitar 1,7 miliar dolar AS.

Sekretaris Pertanian AS, Sonny Perdue, telah mengumumkan nama Chitnis sebagai Penjabat Direktur NIFA.


"Chitnis membawa lebih dari 31 tahun penelitian ilmiah dan pengalaman ke kantor Direktur," kata Perdue, dikutip dari Tribun India, Sabtu (11/7).  


Chitnis menggantikan Dr Scott Angle yang menerima posisi sebagai Wakil Presiden Pertanian dan Sumber Daya Alam di University of Florida di Gainesville.

"Chitnis telah berperan dalam memberikan kepemimpinan yang mantap dan dukungan kepada NIFA selama transisinya ke Kansas City musim gugur yang lalu, di samping memainkan peran utama dalam inisiatif Proyek CAFÉ NIFA (Kolaborasi Mencapai Keunggulan Fungsional) yang bertujuan untuk membantu NIFA memaksimalkan bisnis operasi untuk melayani pelanggan dengan lebih baik," kata Perdue.

Chitnis meraih gelar BSc dalam pemuliaan botani dan tanaman dari Konkan Agricultural University di Maharashtra dan gelar MSc dalam genetika biokimia dari Indian Agricultural Research Institute yang berbasis di New Delhi. Dia meraih gelar PhD di bidang biologi dari University of California di Los Angeles.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya