Berita

Warga melakukan aksi protes terkait pembunuhan Khashoggi pada tahun 2018 silam/Net

Dunia

Inggris Larang Semua Tersangka Pembunuhan Junalis Jamal Khashoggi Memasuki Negaranya

SELASA, 07 JULI 2020 | 08:55 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Persidangan pembunuhan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi yang terjadi dua tahun lalu telah berlangsung pada pekan kemarin secara in absentia. Bersamaan dengan itu, pemerintah Inggris mengumumkan keputusan untuk memasukkan para tersangka ke daftar cekal negara itu.

Di antara para tersangka, terdapat nama penasehat top Kerajaan Arab Saudi, Saud al-Qahtani. Juga ada nama pengawal putra mahkota Mohammed bin Salman, yaitu  dan Maher al-Mutreb. Kemudian ada nama Ahmed al-Assiri, mantan deputi kepala intelijen militer Arab Saudi.

Menteri Luar Negeri Dominic Raab mengatakan para tersangka yang berjumlah 19 itu tidak akan dapat menginjakkan kakinya di Inggris. Raab juga memastikan akan menangkap para tersangka jika melanggar sanksi ini.


Bagi Inggris, para tersangka sudah sangat keterlaluan dan tidak dapat dimaafkan.

"Jelas bagi mereka yang menyalahgunakan kekuasaan mereka untuk membuat penderitaan yang tak terbayangkan, kami tidak akan memalingkan ke arah lain, mereka tidak dapat menginjakkan kaki di negara ini," kata Rabb, dikutip Middle East Eye, Senin (6/7).

Inggris memberlakukan sanksi baru ini kepada semua individu atau  organisasi yang dituduh melakukan kejahatan HAM di seluruh dunia. Begitu juga terhadap mereka yang diuntungkan secara finansial dari kejahatan HAM itu.

Disebutkan pembunuhan Khashoggi berlangsung sangat keji. Ia mengalami siksaan sadis hingga tewas di Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki pada 2 Oktober 2018 silam.

Sebelumnya, Pengadilan Arab Saudi juga telah menghukum mati 5 terpidana perkara pembunuhan Khashoggi. Namun, karena keluarga korban membuka pintu maaf kepada para terpidana pada Mei lalu, para tersangka pun terbebas dari hukuman mati.

Investigasi PBB dan CIA menyimpulkan operasi pembunuhan Jamal Khashoggi hampir pasti atas restu putra mahkota Mohammed bin Salman. Namun Riyadh membantah keterlibatan bin Salman.
Sebelumnya, Pengadilan di Turki membuka persidangan pada Jumat, 3 Juli 2020 lalu terhadap 20 pejabat Arab Saudi yang didakwa atas pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi pada 2018. Tunangan Khashoggi, Hatice Cengiz, berharap persidangan itu akan lebih menjelaskan kematian mendiang dan mengungkapkan di mana jenazahnya telah disembunyikan.

Pengadilan berlangsung tanpa menghadirkan mereka secara langsung.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya