Berita

Salamuddin Daeng/Net

Publika

Laporan Keuangan Belum Beres, Apa Landasan Menteri BUMN Acak-acak Organisasi Pertamina?

SELASA, 16 JUNI 2020 | 11:10 WIB | OLEH: SALAMUDDIN DAENG

LAPORAN keuangan Pertamina tahun 2019 belum beres. Belum ada tanda-tanda perusahaan BUMN terbesar di tanah air ini akan menyelesaikan laporan keuangan 2019.

Padahal ini sudah bulan Juni 2020, seharusnya Pertamina sudah menyiapkan laporan kuartal pertama tahun 2020. Tiba-tiba RUPS dan keputusannya ganti direksi Pertamina, rombak seluruh organisasi Pertamina, unbundling seuruh rantai pasok Pertamina, dan liberalisasi seluruh usahanya.

Ini Pertamina bukannya global oil company, perusahaan kelas dunia? Masuk 500 Fortune, tapi menyelesaikan laporan keuangan mendekati tepat waktu saja tidak dijalankan. Menteri BUMN enteng-enteng saja, dan tidak berusaha berbuat agar laporan keuangan BUMN beres.


Kalau mengurus perusahaan pribadi boleh saja cara begini. Tapi mengurus perusahaan negara, milik bangsa, milik rakyat, ya mestinya memenuhi kaidah transparansi, akuntabilitas, yang menjadi nilai nilai universal dalam mengelola keuangan negara dan BUMN.   

Pertanyaannya, tanpa laporan keuangan, apa dasarnya semua keputusan menteri BUMN? Direksi yang sebelumnya berprestasi atau tidak? Organisasi yang ada bekerja dengan baik atau tidak? Apa ukuran-ukurannya?

Atau ini hanya langkah “kebelet pipis” kementerian BUMN untuk melalukan liberalisasi rantai supply Pertamina agar kepentingan oligarki politik makin leluasa bermain di dalamnya? Atau hanya ini untuk mengacaukan Pertamina agar terpuruk.

Pertamina bangkrut kan bagus bagi oligarki. Bisnis Pertamina bisa ditelan habis oleh mereka. Ini dugaan.

Hanya bermodalkan keputusan menteri BUMN yang langsung dianggap sebagai RUPS Pertamina, maka dipreteli semua lini usaha Pertamina. Tanpa dasar, tanpa argumentasi, tanpa studi ilmiah, tanpa kajian akademik, bahkan lebih memalukan sekali tanpa laporan keuangan tahun 2019, padahal ini sudah bulan Juni 2020.

Jangan-jangan ada usulan pihak lain? Pihak asing di balik obrak-abrik organisasi Pertamina ini? Kalau memang ada, maka harus terbuka kepada rakyat.

Bukankah Menteri BUMN kita pemain bisnis kelas dunia, berpengalaman internasional, sepak terjangnya dalam bidang keuangan dan segala macam urusannya tak dipertanyakkan lagi. Tapi mengelola BUMN agar laporan keuangannya tepat waktu saja tidak bisa.

Jadi ini BUMN kita sedang diurus dengan teori apa? Yang lebih enteng lagi, urusan harga BBM dan listrik yang seharusnya menjadi kekuatan untuk menolong rakyat dalam tekanan wabah corona, malah harganya enggak karuan.

Konsumen merasakan tarif listrik mencekik dan harga BBM tidak mau turun. Padahal rakyat sedang bergelut dengan wabah, dan harga energi primer secara global sedang turun. Ini bahkan bukan bisnis yang profesional, ini sudah mencekik!

Jadi Menteri BUMN hendaknya menyelesaikan dulu, atau minta BUMN termasuk Pertamina menyelesaikan laporan keuangannya. Katanya, langkah mempreteli atau mengacak-acak organisasi Pertamina sekarang agar perusahaan lebih lincah, lebih adaptif terhadap perkembangan global, lah apa ini gombal?

Laporan keuangan saja enggak becus, bagaimana mau bicara lebih lincah. Jangan-jangan lincah yang lain?

Salamuddin Daeng

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Ditunggu Sayembara Mencari Silfester Matutina

Senin, 07 September 2026 | 02:30

TK-SD-SMP di Kota Bogor Berlakukan PJJ

Senin, 07 September 2026 | 02:03

Ujian KPK terkait Paulus Tannos: Jangan cuma Nangkap, tapi Kembalikan Aset

Senin, 07 September 2026 | 01:40

Water Mist Disemprot di Jalanan Jakarta Gegara Abu Vulkanik

Senin, 07 September 2026 | 01:15

Dedi Mulyadi Izinkan Sekolah Terapkan PJJ Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau

Senin, 07 September 2026 | 01:01

Dalam Tiga Hari, Hampir 2.000 Orang Keracunan MBG

Senin, 07 September 2026 | 00:44

Fahira Idris Sodorkan Enam Rekomendasi untuk MBG

Senin, 07 September 2026 | 00:16

Pemadam Semprot Abu Vulkanik

Senin, 07 September 2026 | 00:03

GMNI Desak Presiden Prabowo Evaluasi Menhan Sjafrie, Ini Sebabnya

Minggu, 06 September 2026 | 23:52

Likuiditas Bank Masih Terjaga

Minggu, 06 September 2026 | 23:40

Selengkapnya