Berita

Sederet polisi Tampa berdiri di jalan di Tampa Timur/Net

Dunia

'Back The Blue' Dukungan Moril Untuk Polisi Pasca Kerusuhan AS

JUMAT, 12 JUNI 2020 | 10:14 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Aksi Protes dan kerusuhan rasial yang mendominasi Amerika Serikat dalam beberapa minggu tak pelak meruntuhkan moril para polisi. Kristen Krutz, seorang pengusaha di Florida, menilai perlu adanya dukungan dan penghargaan untuk para abdi masyarakat ini agar mereka tahu hingga detik ini Amerika masih membutuhkan mereka.

Dukungan kecil seperti mengirimkan mawar biru ke lembaga penegak hukum setempat atau mengantar kopi ke kantor polisi, atau dukungan lain yang bisa dilakukan siapa pun, yang akan membuat aparat terhibur di tengah krisis kepercayaan terhadap mereka.

Krutz berusaha menghubungi beberapa petugas yang dia kenal di negara bagian lain untuk bertanya apa saja yang bisa ia lakukan untuk bisa mendukung moril para aparat dan agar warga lain bisa ikut berpartisipasi.


"Orang-orang ini hanya perlu mendengar bahwa Amerika masih mendukung mereka," ungkap Krutz.

Krutz pun berencana membuat reli "Back the Blue" pada Sabtu besok (13/6) di Tampa, sebuah kota di negara bagian Florida. Acara ini dijadwalkan akan dimulai pukul 11 ​​pagi di markas besar Distrik 1 Departemen Kepolisian Tampa.

Rencananya, orang-orang yang akan memberikan dukungan kepada polisi berkumpul di kantor distrik kemudian melakukan pawai pendek dan kembali di sepanjang Tampa Bay Boulevard.

Krutz pun menulis pada postingan media sosialnya mengenai rencana itu.

"Agar semua anggota polisi dan keluarganya, mendengar dan melihat bahwa mereka sangat dihargai. Kami akan bersama dengan mereka yang selama ini mencintai dan melayani warganya," tulis Krutz.

Krutz menekankan, bahwa apa yang ia dan  teman-temannya lakukan adalah untuk meningkatkan moral di kalangan petugas penegak hukum yang mungkin merasa putus asa dengan kekerasan yang dipicu oleh kematian George Floyd.

"Ada pawai damai tentang George Floyd, tetapi kerusuhan adalah tragedi kriminal," kata Krutz. "Para pengunjuk rasa telah menyerang aparat yang tidak ada hubungannya dengan kejadian itu, tidak ada hubungannya dengan kematian seseorang, atau kebrutalan polisi. Kami ingin memberikan pemahaman bahwa masih banyak polisi yang tidak bersalah, yang berusaha menjaga warganya dan memberikan perlindungan."

Menurut Krutz, kekerasan yang dilakukan beberapa aparat polisi kepada Floyd atau kepada yang lainnya, bukan berarti bahwa semua polisi melakukan hal yang sama.

Presiden Asosiasi Kepedulian Polisi Tampa, Darla Portman, mengatakan ia belum pernah mendengar tentang demonstrasi 'Back The Blue' ini, sampai seorang wartawan dari Tampa Bay Times menanyakannya, dan dia langsung menyambut baik acara itu.

Portman mengungkapkan bahwa kerusuhan yang memecahkan Amerika akibat protes rasial, telah menjatuhkan moril polisi hingga mereka merasa sangat terpukul.

"Mungkin itu yang terendah yang pernah kulihat dan aku sudah di sini 18 tahun," Portman, seperti dikutip dari Tampabay.

Saat mengamankan aksi protes, polisi dan semua aparat petugas pengaman warga telah bekerja keras. Mereka kelelahan karena shift yang panjang, kepanasan, dan terluka oleh serangan verbal dan fisik, kata Portman.

Mereka juga memahami kemarahan warga, tetapi menurut Portman kemarahan itu telah salah arah.

"Mereka (para polisi) bersedia untuk melakukan yang terbaik, tetapi mereka merasa disalahkan atas kebijakan dan peraturan-peraturan yang membuat petugas polisi pergi ke sana lebih seperti robocop daripada petugas polisi  yang sebenarnya," ungkap Portman.

Petugas polisi telah diperintahkan untuk "lebih banyak mundur" tanpa perlawanan, dan hanya jika sangat terdesak barulah beraksi.

Sangat disayangkan, ketika sebuah insiden terjadi karena ulah seorang aparat, warga melampiaskan amarahnya kepada semua aparat. Ketika terjadi kerusakan, polisi juga yang disalahkan.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya