Berita

Direktur GCHQ Jeremy Fleming bersama Pangeran Charles dalam kunjungan kantor pusat GCHQ di Cheltenham, Inggris 12 Juli 2019/Net

Dunia

Dilarang Pakai Huawei Oleh AS, Kepala Mata-mata Inggris: China Memang Musuh Intelijen Tapi Mereka Juga Mitra Ekonomi Kami

SABTU, 06 JUNI 2020 | 08:46 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Inggris memberikan izin terbatas penggunaan teknologi jaringan 5G buatan Huawei kepada masyarakatnya. Hal ini tentu saja bertolak belakang dengan negara sekutunya, Amerika Serikat (AS).

AS menentang dan melarang keras penggunaan teknologi ini. Bahkan, AS mengancam akan menghentikan proses tukar menukar informasi kepada negara-negara sekutu yang tetap nekat menggunakan teknologi Huawei itu.

Sementara Inggris merupakan negara sekutu dan bagian dari jaringan intelijen Five Eyes yang beranggotakan Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan Selandia Baru.


Menanggapi hal ini, Direktur lembaga intelijen Inggris (GCHQ), Jeremy Fleming, mengatakan, ketidaksepakatan atas Teknologi Huawei Cina tidak menimbulkan ancaman bagi hubungan intelijen antara Inggris dan sekutunya.

“Five Eyes bukan sebuah organisasi melainkan kemitraan dan persekutuan. Jadi, walau ada kesepahaman bersama soal prinsip dasar, ada saatnya di waktu-waktu tertentu kami memiliki perbedaan pendapat,” kata Fleming, seperti dikutip dari Reuters.

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, juga menerima tekanan dari sejumlah politikus di partainya, juga dari Washington, untuk menghentikan kerja sama dengan Huawei. Melihat situasi ini, ada kemungkinan Inggris akan menghentikan kerja sama dengan Huawei pada 2023.

“Saya pikir ini merupakan kekuatan aliansi, bahwa saat kami berbeda maka kami bisa memahami alasan yang membuat keputusan itu menjadi berbeda. Tapi juga memastikan kita terus melanjutkan kerja sama di area yang lebih luas,” kata Fleming.

“Kami melihat China sebagai musuh intelijen. Namun, kami melihat mereka sebagai mitra ekonomi. Kami bekerja sama dengan mereka pada area tertentu dan kami berkompetisi dengan mereka pada area lain,” jelas Fleming.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya