Berita

Kedutaan Rusia di Jerman/Net

Dunia

Saling Curiga, Jerman Siapkan Sanksi Untuk Rusia Atas Serangan Cyber Pada 2015 Lalu

JUMAT, 29 MEI 2020 | 10:33 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kementerian Luar Negeri Jerman memanggil duta besar Rusia untuk membahas sanksi atas serangan peretasan terhadap parlemen Jerman, pada 2015 lalu. Pihaknya telah bicara dengan Duta Besar Sergey Nechayev dengan menunjukkan bukti adanya mata-mata militer Rusia yang telah menargetkan para politisi Jerman termasuk Kanselir Angela Merkel.

Diplomat senior Jerman Miguel Berger mengecam keras tindakan penyerangan tersebut.

"Atas nama pemerintah Jerman, kami mengecam serangan terhadap parlemen Jerman," ujar Berger saat bertemu dengan Nechayev.


Berger mengatakan kepada Nechayev bahwa Jerman akan mengejar sanksi Uni Eropa terhadap warga Rusia, Dmitriy Badin, dan mungkin yang lainnya juga, di bawah rezim baru yang dibentuk tahun lalu untuk menanggapi serangan siber.

Dia merujuk pada surat perintah yang dikeluarkan pada 5 Mei oleh jaksa federal Jerman untuk Badin, seorang perwira yang dituduh dengan badan intelijen militer GRU Rusia. Badin sudah dicari oleh otoritas Amerika Serikat dan diyakini bagian dari kelompok peretas yang dikenal sebagai APT28, atau Fancy Bear.

Jaksa penuntut Jerman menuduh bahwa Badin tidak bekerja sendiian.

"Ia diduga bertindak bersama dengan orang lain yang belum diidentifikasi, dan melakukan operasi intelijen terhadap Jerman untuk layanan intelijen kekuatan asing," katanya, seperti dikutip dari AP, Kamis (28/5).

Terdakwa dicurigai bertanggung jawab atas serangan hacker terhadap parlemen Jerman pada bulan April dan Mei 2015 sebagai anggota kelompok APT28.

"Ada bukti yang dapat dipercaya bahwa dia adalah anggota badan intelijen militer GRU pada saat serangan itu," ujar jaksa penuntut Jerman.

Kanselir Angela Merkel mengatakan awal bulan ini ada "bukti kuat" bahwa korespondensi dari kantor parlementernya termasuk di antara dokumen yang ditargetkan dalam serangan itu.

Hingga saat ini Kementerian Luar Negeri Rusia tidak segera menanggapi pernyataan itu. Namun, Leonid Slutsky, kepala komite urusan luar negeri di majelis rendah parlemen Rusia, sempat menyebut tuduhan Jerman itu tidak berdasar.

Dia bahkan memperingatkan bahwa sanksi yang mungkin dijatuhkan Berlin itu dapat menjadi gangguan dalam hubungan bilateral.

Pejabat Rusia telah berulang kali membantah keterlibatan Moskow dalam serangan peretasan. Mereka juga menolak tuduhan campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden AS 2016 dan dugaan serangan cyber terhadap negara dan institusi Barat lainnya.

Hubungan diplomatik antara Jerman dan Rusia sudah tegang, menyusul pembunuhan seorang pria Georgia di jalan-jalan Berlin tahun lalu. Jaksa penuntut menyatakan bahwa serangan itu diperintahkan baik oleh Moskow atau pihak berwenang di Republik Rusia Chechnya.

Warga negara Rusia Vadim Sokolov ditangkap di dekat tempat kejadian dan dituduh melakukan pembunuhan dengan bantuan resmi. Kasus ini telah menyebabkan pengusiran diplomat dari Berlin dan Moskow.

Memperhatikan penyelidikan pembunuhan yang sedang berlangsung, Kementerian Luar Negeri mengatakan Kamis bahwa pihaknya "berhak untuk mengambil tindakan lebih lanjut" di luar sanksi terhadap Badin.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya