Berita

Halaman depan surat kabar NYT/Net

Dunia

Surat Kabar NYT Menandai Tonggak Sejarah Pandemik Covid-19 Dengan Menulis Daftar Korban Pada Halaman Depan

SENIN, 25 MEI 2020 | 06:39 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Surat kabar The New York Times (NYT) edisi Minggu (24/5)  mencantumkan nama-nama para korban meninggal akibat virus corona di AS.

Nama-nama tersebut dibeberkan untuk mengenang dan menggugah kesadaran bersama mengenai bahayanya wabah Covid-19.

Namun, ini adalah  tonggak suram dengan peringatan yang sangat menusuk mata pada halaman depan, obituari untuk 1.000 korban.


Dalam pengantarnya, surat kabar itu menulis, "1.000 orang di sini mencerminkan hanya satu persen dari jumlah korban. Tidak ada yang hanya angka."

Amerika Serikat dalam beberapa hari akan mencatat 100.000 korban meninggal, dengan satu hari sebanyak 1.000 nama.

Para korban yang ditampilkan di antaranya, Joe Diffie (62) dari Nashville, bintang musik country pemenang Grammy dan Lila A. Fenwick (87) dari New York, wanita kulit hitam pertama yang lulus dari Harvard Law School.

Tertulis juga di sana; Myles Coker (69) dari New York City, narapidana yang dibebaskan, lalu ada Ruth Skapinok (85) dari Roseville yang sering memberi makan burung-burung dari tangannya, serta Jordan Driver Haynes (27) dari Cedar Rapids Iowa, pria muda yang murah hati dengan senyum yang menyenangkan.

Marc Lacey, editor nasional surat kabar itu, berkata, "Saya ingin sesuatu yang orang-orang (dapat) melihat kembali dalam 100 tahun untuk memahami dampak dari apa yang kita alami," katanya seperti dikutip dari AFP, Minggu (24/5).

Simone Landon, asisten editor Grafis, mengatakan mereka sengaja mengungkap nama-nama para korban untuk menggantikan data jumlah korban.

“Baik di antara kami dan mungkin masyarakat umum, ada sedikit kelelahan dengan membaca data. Kami sadar, sedang mendekati tonggak ini. Kami tahu bahwa harus ada cara untuk mencoba memperhitungkan angka itu,” ujar Landon.

Bukan perkara mudah untuk mencari data para korban. Peneliti di NYT Alain Delaqueriere harus menyisir berbagai sumber mengenai latar belakang korban.

Dia menyusun hampir 1.000 nama yang ditelusuri dari ratusan surat kabar. Sebuah tim editor dari seluruh bagian redaksi, di samping tiga jurnalis mahasiswa pascasarjana, ikut membantu membuat frase yang menggambarkan keunikan dari setiap korban.

Penulisan seperti itu diyakini tak akan membuat pembaca lelah. Mereka akan terus melihat sampai nama terakhir.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya