Berita

Gatling Gun, senapan mesin terbaru yang diluncurkan China dengan kaliber 12,7mm dipasang pada kendaraan lapis baja/Net

Pertahanan

China Luncurkan Gatling Gun Untuk Helikopter Tempur Z-20

KAMIS, 21 MEI 2020 | 06:04 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

China meluncurkan senapan mesin terbarunya.  Senapan yang dirancang bergaya Gatling ini akan dipasangkan pada kendaraan tempur ringan, kapal perang, dan helikopter serba guna.

Senapan mesin baru ini merupakan pengembangan mendalam dari model sebelumnya, yaitu dapat menembak 2.000 putaran-per-menit dan memiliki kartrid yang lebih besar yang dapat menampung 400 peluru. Membuatnya lebih kuat daripada senapan mesin kaliber besar biasa.

Tahun lalu, Cina mengungkapkan Z-20, helikopter utilitas paling canggih di negara itu. Helikopter itu diharapkan menjadi pesawat tempur utama brigade serangan udara Angkatan Darat Tiongkok.


Model baru kedua, menampilkan enam barel kaliber 7,62mm dan dapat menembakkan 6.000 putaran per menit, seperti dikutip dari PLA Daily, Rabu (20/5), yang menuliskan laporan China Central Television (CCTV).

Dikatakan, senjata yang dikembangkan secara independen ini sebanding dengan Minigun buatan AS, telah digunakan pada berbagai kendaraan tempur termasuk tank lapis baja ringan dan sepeda quad, menurut CCTV.

Senjata Gatling buatan China itu dapat dipasang pada Z-20, yang akan memungkinkannya untuk memberikan dukungan senjata untuk pasukan darat serangan.

China juga telah mengembangkan tank ringan VT-5 dan diuji di Dataran Tinggi Tibet di mana China terkunci dalam sengketa perbatasan dengan India di wilayah Ladakh, seperti dikutip dari Defenseworld.

Perkembangan lain baru-baru ini dari militer China adalah kendaraan lapis baja yang dapat diterjunkan dari udara dari pesawat angkut berat ke tengah pertempuran.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Hari Buruh, Wall Street Libur

Selasa, 08 September 2026 | 08:29

Krakatau Steel Rombak Direksi, Segini Pendapatan KRAS Semester I-2026

Selasa, 08 September 2026 | 08:15

Konflik Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dekati 100 Dolar AS

Selasa, 08 September 2026 | 07:57

OJK Wajibkan Free Float 15 Persen, Tegaskan Transparansi Tanpa Kompromi

Selasa, 08 September 2026 | 07:40

Saat Batu Bara Tertekan, UNTR Makin Mesra dengan Emas

Selasa, 08 September 2026 | 07:21

Anak Krakatau Erupsi, Kursi Bos Krakatau Steel Berganti

Selasa, 08 September 2026 | 07:01

Nellava Group dan Emas Now Pilih Jalur Hukum Hadapi Serangan di Ruang Digital

Selasa, 08 September 2026 | 06:50

Pemerintah Dituntut Siapkan Anggaran dan Kesiapsiagaan Logistik terkait Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 06:09

Kewajiban Moral Lindungi Rakyat dari Manipulasi Harga dan Mutu Beras

Selasa, 08 September 2026 | 05:44

Empat Pejabat Kejagung Diduga Terima Rp40 Miliar dari Tan Kian, Ini Tanggapan Kapuspenkum

Selasa, 08 September 2026 | 05:27

Selengkapnya