Berita

Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM)/Net

Politik

Ketua ProDEM: Kebijakan Pemerintah Bukan Memutus, Tapi Malah Memperluas Rantai Corona

RABU, 06 MEI 2020 | 18:59 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Instruksi dari pemerintah dalam menghadapi sebaran wabah virus corona baru mulai membingungkan publik.

Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebelum diikuti oleh aturan ketat tidak diperbolehkannya warga untuk mudik. Seluruh kendaraan mulai dari angkutan darat, laut, udara tidak diperkenankan keluar ataupun masuk di wilayah tersebut.

Sejumlah perbatasan dijaga. Jika ada yang melanggar, maka akan diminta untuk kembali ke daerah asal.


Namun seketika aturan yang sudah mulai ditaati rakyat itu justru diubah oleh pemerintah. Transportasi publik diperkenankan untuk kembali beroperasi oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Begitu ujar Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule kepada redaksi, Rabu (6/5).

Di lantas menyindir instruksi yang saban hari didengungkan Jurubicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto. Tiap sore, tepatnya saat mengumumkan perbaruan data virus corona di Indonesia, Achmad Yurianto selalu memberi imbauan ke publik untuk tinggal di rumah.

“Tiap hari jubir Covid-19 berpidato "memutus" rantai penyebaran corona,” ujarnya.

Tapi, kata Iwan Sumule, apa yang dilakukan pemerintah justru sebaliknya. Imbauan untuk memutus rantai sebaran corona dengan berdiam di rumah seolah dilanggar dengan memperbolehkan publik naik moda transportasi umum lagi.

Jika itu tetap dilakukan, ketua DPP Partai Gerindra tersebut khawatir sebaran virus mematikan asal Wuhan, China ini justru semakin menyebar.  

“Kebijakan yang dibuat dan dilakukan pemerintah justru sebaliknya. Bukannya memutus rantai penyebaran, malah perluas rantai penyebaran. Transportasi antar kota untuk mudik ataupun pulkam dibolehkan, aneh!” tegas Iwan Sumule.

Menurutnya, jika ada perbedaan persepsi antar pejabat, maka bisa dipastikan kekacauan aturan pasti terjadi. Ujungnya, masyarakat yang akan kena imbas.

“Hal ini menunjukan pemerintah tak memahami soal, bagaimana mau memberi solusi?” simpulnya mengakhiri.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:20

Ombudsman Soroti Masa Sanggah Data Rumah Rusak Gempa NTT Terlalu Singkat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:55

KPK Dalami Pengurusan HGB PT Bela Parahiyangan hingga ke Pusat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:36

Rafyq Pandjaitan Terpilih Ketua KWP, Ariawan Titip Pesan Ini

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:50

KBRI Singapura Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:20

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:57

Hatta Rajasa Pastikan Wantimpres Beri Nasihat Berkualitas untuk Presiden

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:44

Kapolri Berganti, Jenderal Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Jenderal Suyudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:40

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Bersama UI, Peradi Profesional Bidik Pendidikan Advokat Lebih Berkualitas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:51

Selengkapnya