Berita

Arya Kharisma Hardy/RMOL

Politik

Harga BBM Tak Kunjung Turun, PB HMI: Pertamina Itu Perusahaan Negara, Bukan Tengkulak!

RABU, 06 MEI 2020 | 18:33 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) tidak henti-hentinya memberikan kritik keras kebijakan PT Pertamina yang dianggap tidak perduli dengan situasi ekonomi dan sosial masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

PB HMI menilai, manajemen PT Pertamina sedang mempertontonkan gejala bisnis yang tidak sehat untuk sebuah BUMN tunggal yang menjadi harapan terpenuhinya kebutuhan energi minyak nasional.

"Selayaknya PT Pertamina menurunkan harga minyak dalam negeri di tengah turunnya harga minyak dunia. Karena Pertamina itu perusahaan Negara, bukan tengkulak," ujar Pj Ketua Umum PB HMI Arya Kharisma Hardy di Jakarta pada Rabu (06/05).


Arya menilai manajemen PT Pertamina sangat keterlaluan karena tidak mengindahkan permintaan Presiden untuk mereview harga BBM. Menurutnya, seharusnya kebijakan perusahaan sejalan dengan kebijakan pemerintah.

"Logikanya adalah tindakan strategis perusahaan Negara harus in line dengan kebiijakan pemerintah. Presiden sudah meminta untuk mereview harga BBM tapi tidak sedikitpun diindahkan oleh manajemen Pertamina. Ini sangat keterlaluan," kata Arya.

Lebih lanjut Arya menjelaskan bahwa masyarakat menengah ke bawah sangat menanti-nanti kabar baik terkait turunnya harga BBM. Sayangnya, hal itu tidak pernah dipahami dan diumumkan oleh Pertamina.

Arya mengatakan, jika Pertamina sebagai instrument strategis tidak bisa bekerjasama dengan pemerintah, maka keadaan akan mengarah pada krisis sosial yang akan menjadikan situasi nasionnal semakin tidak terkontrol.

"Kondisi masyarakat khususnya menengah ke bawah yang secara langsung merasakan dampak dari pendemi ini masih menanti-nanti kabar baik turunnya harga BBM yang tak pernah dipahami dan diumumkan oleh Pertamina," jelasnya.

"Kami meyakini bahwa kondisi ekonomi ini akan terus terkoreksi hingga mengarah pada krisis sosial yang pada akhirnya akan menjadikan situasi nasional menjadi semakin tidak terkontrol jika instrumen energi strategis seperti pertamina tidak bersedia untuk bekerjasama dengan pemerintah dalam meringankan beban ekonomi masyarakat," tutupnya.  

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Subsidi Biaya Haji 2027 jadi Kabar Baik bagi Calon Jemaah

Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:30

Hanya PDIP Berani secara Vulgar Menyerang Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:07

Sangat Aneh Parpol di DPR Tidak Tegas soal Putusan MK terkait Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:41

Kumpulkan 800 Pati TNI-Polri: Kekuatan Harus Berujung Rasa Aman Rakyat

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:30

Suyudi Bakal Bawa Korps Bhayangkara Makin Profesional

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:10

Komisi I DPR Usul Dua Rekomendasi soal Status Kavling TNI AL Pangkalan Jati

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:46

Soal Putusan MK, Jokowi-Gibran sedang Menuai Hasil

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:01

PPTQ Al-Ghozali Majalengka Pastikan Isu Perundungan Hoaks

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:26

AHDAA Raih Penghargaan Indonesia Halal Awards 2026

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:09

Industri Percetakan Butuh Kolaborasi Lintas Kementerian

Jumat, 09 Oktober 2026 | 00:36

Selengkapnya