Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Selain Terlambat, Pemerintah Juga Setengah-setengah Ketika Menerbitkan Kebijakan Covid-19

RABU, 06 MEI 2020 | 16:00 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Indonesia dianggap sangat terlambat dalam penanganan awal wabah virus corona baru (Covid-19). Selain terlambat, kebijakan terkait dengan Covid-19 yang dikeluarkan pemerintah juga dianggap setengah-setengah atau ragu-ragu.

Hal tersebut dijelaskan oleh Direktur Eksekutif Center for Strategic and International Studies (CSIS), Philip Vermonte dalam webinar bertajuk "Indonesia-Korea Cooperation in Dealing with Covid-19" pada Rabu (6/5).

"Kasus pertama Covid-19 di Indonesia diumumkan pada 2 Maret 2020, tetapi Keputusan Presiden (No. 7/2020) terkait dengan gugus tugas penanganan Covid-19 baru muncul pada 13 Maret 2020," ujar Philip.


"Itu artinya ada hampir dua pekan sejak kasus pertama diumumkan untuk membentuk gugus tugas. Di mana gugus itu baru muncul ketika kasus Covid-19 di Indonesia sudah mencapai 69," lanjutnya menjelaskan.

Selanjutnya, Indonesia baru menerapkan keadaan darurat untuk Covid-19 pada 14 Maret, ketika jumlah kasus yang dikonfirmasi sudah mencapai 96. Itu juga berarti ada waktu kurang dari satu bulan sejak kasus pertama diumumkan.

"Dan setelah itu, PSBB pertama baru diimplementasikan pada 31 Maret. Di mana Presiden Jokowi baru mengumumkan PSBB untuk Jakarta yang merupakan episentrum pada 10 April," lanjut Philip.

Kemudian sekitar sebulan setelahnya atau pada hari ini, Rabu, 6 Mei 2020, Provinsi Jawa Barat menetapkan status PSBB.

"Jika kita lihat, birokrasi dan desentralisasi di Indonesia juga memainkan faktor penting dalam lambatnya penanganan Covid-19," pungkas Philip.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

UPDATE

Lurah Cengkareng Barat Dilaporkan ke Polisi Buntut Putusan KIP

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:36

Menteri Pigai Sebut Penyelesaian Konflik Papua Butuh Keputusan Nasional

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:25

Prabowo Diminta Segera Bentuk Satgas Penyelundupan BBL

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:56

Segera Dibentuk Satgas Anti-Kekerasan Pesantren

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:35

Tata Kelola SDA Era Prabowo Disebut Berpihak ke Rakyat

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:10

Ribuan Bobotoh Turun ke Jalan, Purwakarta Berubah Jadi Lautan Biru

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:42

Lonjakan Gila Minyakita Rapor Merah Zulkifli Hasan

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:12

PKS Ingin Cetak Pemimpin Berbasis Iman, Bukan Sekadar Kejar Kursi

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:32

Dalam Lindungan Aktor Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:59

BNI dan Kementerian PKP Sosialisasi Kresit Perumahan di Brebes

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:34

Selengkapnya