Berita

Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM), Iwan Sumule/Net

Politik

Iwan Sumule: Kalau Mudik Boleh, Berarti Demo Puluhan Ribu Orang Juga Boleh Dong?

RABU, 06 MEI 2020 | 15:57 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar menjadi jurus utama Indonesia mengatasi sebaran wabah corona baru atau Covid-19.

Beragam aturan turunan ditegakkan, salah satunya larangan mudik lebaran. Tujuannya agar wabah tidak menjalar ke desa-desa yang minim fasilitas kesehatan.

Segala bentuk angkutan umum mulai dari udara, laut, hingga darat dilarang beroperasi di zona merah dan wilayah PSBB.


Namun semua itu akan sia-sia seiring rencana dari Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang hendak mengizinkan kembali moda transportasi udara, laut, dan darat beroperasi.

Sebab tidak menutup kemungkinan moda transportasi itu akan dimanfaatkan untuk warga pulang kampung alias mudik. Artinya penerapan PSBB yang digembar-gemborkan di awal akan sia-sia.

“Mudik bikin PSBB tidak guna,” ujar Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM), Iwan Sumule kepada redaksi, Rabu (6/5).

Menurutnya, jika mudik diperbolehkan, maka tidak ada lagi alasan untuk melarang aksi unjuk rasa di jalan. Toh, kekhawatiran virus menyebar sudah diabaikan.

“Demo ratusan, ribuan bahkan puluhan ribu orang pun boleh. Mudik jutaan orang saja boleh,” ujarnya.

“Selamat tinggal PSBB dan selamat berdemo,” sambung ketua DPP Partai Gerindra itu.

Tidak cukup sampai di polemik ini, Iwan Sumule juga menyinggung pernyataan Menteri Budi yang kesal dengan dikotomi mudik dan pulang kampung yang menurutnya sama saja.

Padahal, kata Iwan Sumule, orang yang kali pertama membedakan antara mudik dan pulang kampung adalah Presiden Joko Widodo. Tepatnya saat diwawancarai oleh Najwa Shihab.

Menurutnya, jika ada perbedaan persepsi antarpejabat, maka bisa dipastikan kekacauan aturan terjadi. Ujungnya, masyarakat yang akan kena imbas.

“Hal ini menunjukkan pemerintah tak memahami soal, bagaimana mau memberi solusi?” simpulnya.

Iwan Sumule juga mengkritik ide Menko Polhukam Mahfud MD yang akan memberikan relaksasi PSBB. Baginya ide itu tidak masuk di nakal sehat.

Ini lantaran kurva sebaran corona di Indonesia masih menanjak dan belum melandai. Artinya, pelonggaran hanya akan membuat kurva semaki menanjak dan Covid-19 tak pernah selesai.

Memang, sambungnya, banyak negara yang sudah mulai keluar dari masa-masa sulit pandemik corona dan mulai rileks. Tapi semua itu merupakan buah dari pemberlakuan aturan yang ketat dalam penanganan, pencegahan, penyebaran corona.

“Mereka lakukan dengan ketat dan disiplin. Kita yang terapkan aturan masih carut marut masak mau ikutan minta relaksasi. Kacau,” demikian Iwan Sumule.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:20

Ombudsman Soroti Masa Sanggah Data Rumah Rusak Gempa NTT Terlalu Singkat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:55

KPK Dalami Pengurusan HGB PT Bela Parahiyangan hingga ke Pusat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:36

Rafyq Pandjaitan Terpilih Ketua KWP, Ariawan Titip Pesan Ini

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:50

KBRI Singapura Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:20

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:57

Hatta Rajasa Pastikan Wantimpres Beri Nasihat Berkualitas untuk Presiden

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:44

Kapolri Berganti, Jenderal Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Jenderal Suyudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:40

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Bersama UI, Peradi Profesional Bidik Pendidikan Advokat Lebih Berkualitas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:51

Selengkapnya