Berita

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto/Net

Politik

Exit Strategy Disiapkan Pemerintah Agar Covid-19 Tidak Menjalar Ke Sektor Lain

RABU, 06 MEI 2020 | 07:57 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Exit strategy tengah dipersiapkan pemerintah dalam menghadapi pendemik Covid-19. Tujuannya untuk mengantisipasi agar bencana kesehatan tersebut tidak menjalar ke sektor yang lain.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengurai bahwa pertumbuhan Indonesia memang akan terpengaruh Covid-19. Dari segi demand terjadi demand shock.

Terlebih dalam kuartal kedua ini pemerintah menerapkan PSBB untuk memotong penyebaran daripada Covid-19.


“Jadi dengan pemotongan ini diharapkan dari segi kesehatan, siklus yang terjadi tidak terjadi akselerasi, bahkan beberapa perkiraan mengatakan bahwa di bulan Mei nanti akan ada tapering off,” ujarnya seperti dikutip dari laman Setkab, Rabu (6/5).

Ketua umum Partai Golkar ini lantas menyampaikan rasa optimismenya atas laju ekonomi Indonesia. Berdasarkan data International Monetary Fund (IMF), katanya, ada 3 negara yang masih memiliki pertumbuhan positif yaitu Indonesia, China, dan India.

Sejurus itu, pemerintah dalam APBN Perubahan 2020 memang mematok pertumbuhan 2,3 persen.

“Jadi ini terlihat bahwa dengan penurunan di kuartal pertama ini senada dengan apa yang terjadi di 213 negara di global dan kita masih dalam posisi positif,” imbuh Airlangga.

Menko Perekonomian mengatakan bahwa analisa mengenai ini juga dapat dilihat melalui refleksi tingkat konsumsi rumah tangga dan kegiatan ekspor impor yang menurun. Sebab, memang banyak negara yang sedang shutdown.

“Tentu ini kita mengharapkan ada program exit strategy dengan metode normal baru, di mana untuk pabrik misalnya harus menjalankan protokol Covid-19, kemudian nanti persiapan untuk relaksasi menggunakan masker dan yang lain sesuai dengan standar Covid-19 dan ini sedang disiapkan oleh BNPB,” demikian Airlangga.

Populer

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya