Berita

Menteri BUMN, Erick Thohir/Net

Politik

PB IDI Siap Dukung Erick Thohir Sehatkan Industri Alat Kesehatan Dalam Negeri

SELASA, 05 MEI 2020 | 16:49 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mendukung langkah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, yang tengah menyusun peta keamanan kesehatan nasional (National Health Security), sebagai langkah meningkatkan daya saing industri kesehatan dalam negeri.

Selain menciptakan kemandirian bangsa yang akan menjadi benteng pertahanan dalam menghadapi segala wabah penyakit ke depannya. Rencana Menteri BUMN juga untuk mengurangi impor dan memberantas praktek mafia alat kesehatan.

Wakil Ketua Umum Pengurus Besar IDI Mohammad Adib Khumaidi menilai, konsep keamanan kesehatan nasional dari BUMN memang harus sudah disiapkan.


“Kita harus apresiasi apa yang dilakukan oleh Menteri BUMN terkait dengan hal ini karena menyangkut hajat rakyat banyak salah satunya aspek kesehatan,” ujar Adib dalam keterangannya, Selasa (5/5).

Adib menjelaskan, di tengah situasi pandemik Covid-19 ini, menunjukan bahwa Indonesia membutuhkan kemandirian. Salah satunya, dalam bidang kesehatan.

Kemandirian tersebut, dijelaskan Adib, supaya Indonesia tidak terus-terusan tergantung dengan alat kesehatan dari negara lain.
 
“Di saat situasi seperti ini kita terlihat sangat tergantung negara lain, apakah itu sarana prasarana, apakah itu alat kesehatan, apakah itu obat-obatan, artinya tergantung dengan impor,” katanya.

Lanjut Adib, sebanyak 90 persen bahan baku, obat-obatan, alat kesehatan didatangkan dari luar negeri. Tentu pola seperti ini harus diubah dengan membuat blue print baru sesuai priorotas.

Adib menegaskan, IDI akan sangat mendukung terkait rencana Erick Thohir tersebut. Bantuan itu, dalam bentuk penelitian dan pengembangan.

“Bukan tidak mungkin kita juga akan siap untuk memback up, dalam bentuk research and development, karena dari sinilah wujud kemandirian bangsa," tegasnya.

"Jika Indonesia mampu membangun industri kesehatan, banyak sekali yang bisa kita lakukan dan bukan tidak mungkin, harga pelayanan kesehatan bisa diturunkan," pungkasnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

UPDATE

Lurah Cengkareng Barat Dilaporkan ke Polisi Buntut Putusan KIP

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:36

Menteri Pigai Sebut Penyelesaian Konflik Papua Butuh Keputusan Nasional

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:25

Prabowo Diminta Segera Bentuk Satgas Penyelundupan BBL

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:56

Segera Dibentuk Satgas Anti-Kekerasan Pesantren

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:35

Tata Kelola SDA Era Prabowo Disebut Berpihak ke Rakyat

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:10

Ribuan Bobotoh Turun ke Jalan, Purwakarta Berubah Jadi Lautan Biru

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:42

Lonjakan Gila Minyakita Rapor Merah Zulkifli Hasan

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:12

PKS Ingin Cetak Pemimpin Berbasis Iman, Bukan Sekadar Kejar Kursi

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:32

Dalam Lindungan Aktor Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:59

BNI dan Kementerian PKP Sosialisasi Kresit Perumahan di Brebes

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:34

Selengkapnya