Berita

Gus Nabil minta pemerintah merevisi kebijakan soal tenaga kerja/Net

Politik

Soal Tenaga Kerja Asing, Gus Nabil: Pemerintah Harus Prioritas Pekerja Indonesia

SELASA, 05 MEI 2020 | 09:17 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kedatangan ratusan tenaga kerja asing asal China ke Indonesia terus menuai kecaman. Masyarakat menolak keras kehadiran mereka di tengah pandemik Covid-19 yang menyebabkan banyak pekerja dirumahkan bahkan tak sedikit yang terkena PHK.

Terkait hal tersebut, anggota Komisi IX DPR RI F-PDI Perjuangan, M. Nabil Haroen, memberi saran kepada pemerintah. Guna menyeimbangkan kompetensi dan lapangan kerja antara tenaga kerja lokal dan tenaga kerja asing, pemerintah perlu mengatur ulang kebijakan tenaga kerja domestik dan asing.

“Pemerintah perlu mengatur ulang kebijakan tenaga pekerja domestik dan asing, di tengah masa pandemik dan setelah Covid-19. Ada jutaan warga Indonesia yang kehilangan pekerjaan atau kekurangan akses keuangan,” ujar Gus Nabil kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (5/5).


Dirinya mewanti-wanti pemerintah agar tidak membuka peluang sepenuhnya kepada tenaga kerja asing, tapi harus lebih mengutamakan pekerja lokal.

“Jangan sampai pekerjaan-pekerjaan yang ada, justru dinikmati warga asing. Kita perlu prioritaskan pekerja dan rakyat Indonesia,” katanya.

Ketua Umum Pimpinan Pagar Nusa NU ini menegaskan, kontrak kerja perusahaan dengan pekerja asing perlu direvisi dan tugas pemerintah mengatur kebijakan baru.

“Untuk itu, harus ada negosiasi ulang terkait dengan kontrak dan kesepakatan kerja dengan pihak asing, yang sebelumnya sudah ada kerja sama. Ini penting, karena harus ada penyesuaian sistem kerja di tengah dan pascapandemik Covid-19,” tandasnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

UPDATE

Lurah Cengkareng Barat Dilaporkan ke Polisi Buntut Putusan KIP

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:36

Menteri Pigai Sebut Penyelesaian Konflik Papua Butuh Keputusan Nasional

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:25

Prabowo Diminta Segera Bentuk Satgas Penyelundupan BBL

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:56

Segera Dibentuk Satgas Anti-Kekerasan Pesantren

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:35

Tata Kelola SDA Era Prabowo Disebut Berpihak ke Rakyat

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:10

Ribuan Bobotoh Turun ke Jalan, Purwakarta Berubah Jadi Lautan Biru

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:42

Lonjakan Gila Minyakita Rapor Merah Zulkifli Hasan

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:12

PKS Ingin Cetak Pemimpin Berbasis Iman, Bukan Sekadar Kejar Kursi

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:32

Dalam Lindungan Aktor Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:59

BNI dan Kementerian PKP Sosialisasi Kresit Perumahan di Brebes

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:34

Selengkapnya