Berita

Presiden Joko Widodo dan sejumlah menteri meninjau Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet/Istimewa

Politik

Corona, APD

Dua Bulan Lawan Corona, Harusnya Kekurangan APD Dan Kamar Isolasi Tak Terdengar Lagi

SENIN, 04 MEI 2020 | 22:14 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Serangan virus corona baru (Covid-19) yang sudah berjalan selama kurang lebih dua bulan seharusnya sudah cukup bagi pemerintah menyudahi pandemik tersebut.

“Dengan perjalanan selama lebih dari 2 bulan sudah cukup waktu untuk rumuskan strategi atasi Covid-19 secara komprehensif. Pemerintah juga bisa melakukan benchmark negara-negara yang sukses tangani Covid-19 untuk diambil metode-metode yang diangap jitu menangani virus ini,” ujar Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI, Sukamta kepada wartawan, Senin (4/5).

Beberapa negara yang patut ditiru dalam menangani Covid-19 ini di antaranya Selandia Baru yang memiliki level penanganan Covid-19. Lockdown ditempatkan di level teratas, pembatasan di level 3, pengurangan level 2, dan siaga di level 1.


Kemudian Singapura yang juga dianggap sukses tangani Covid-19. Negara tetangga itu memiliki level perubahan status tanggap atau disebut Dorscon, mulai dari status yang paling ringan, yakni terdiri dari hijau, kuning, oranye, dan merah.

Berkaca dari negara tetangga, seharusnya pemerintah tak lagi dihadapkan dengan persoalan mendasar seperti kekurangan alat pelindung diri (APD) hingga fasilitas kesehatan lain dalam menangani virus dari Wuhan, China itu.

"Mestinya saat ini sudah tidak terdengar lagi kekurangan APD di rumah sakit, kekurangan reagen untuk tes swab, juga soal masih kurangnya jumlah kamar isolasi untuk pasien positif serta berbagai kebutuhan mendasar untuk atasi Covid-19,” bebernya.

Bila hal mendasar tersebut belum terpenuhi, jelasnya, pencapaian penanganan Covid-19 yang setiap harinya diumumkan oleh Gugus Tugas Covid-19 tak akan berjalan maksimal.

"Ini akan membuat upaya penanganan Covid-19 makin panjang dan tidak jelas waktunya, tentu efek sosial ekonominya akan makin berat,” tutup Sukamta.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

UPDATE

Lurah Cengkareng Barat Dilaporkan ke Polisi Buntut Putusan KIP

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:36

Menteri Pigai Sebut Penyelesaian Konflik Papua Butuh Keputusan Nasional

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:25

Prabowo Diminta Segera Bentuk Satgas Penyelundupan BBL

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:56

Segera Dibentuk Satgas Anti-Kekerasan Pesantren

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:35

Tata Kelola SDA Era Prabowo Disebut Berpihak ke Rakyat

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:10

Ribuan Bobotoh Turun ke Jalan, Purwakarta Berubah Jadi Lautan Biru

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:42

Lonjakan Gila Minyakita Rapor Merah Zulkifli Hasan

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:12

PKS Ingin Cetak Pemimpin Berbasis Iman, Bukan Sekadar Kejar Kursi

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:32

Dalam Lindungan Aktor Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:59

BNI dan Kementerian PKP Sosialisasi Kresit Perumahan di Brebes

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:34

Selengkapnya