Berita

Willy Aditya/Net

Politik

TKA China Di Morowali Meninggal, Nasdem Soroti Ketegasan Pemda Dalam Antisipasi Penyebaran Covid-19

SENIN, 04 MEI 2020 | 15:28 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Seorang tenaga kerja asing asal China yang bekerja di PT Dexin Steel Indonesia (DSI) di Morowali, Sulawesi Tengah, meninggal dunia. Dugaan yang berkembang, TKA China tersebut meninggal akibat terjangkit Covid-19.

Sejumlah kalangan pun langsung meminta perusahaan tambang tersebut menutup kegiatan operasional sementara, guna mengantisipasi meluasnya virus berbahaya asal Wuhan tersebut dan meminta pemerintah untuk bertindak tegas.

“Bukan soal tegas atau tidak tegas. Semuanya harus sesuai protokol, itu sudah masuk dalam kategori ketegasan,” ujar anggota Komisi I DPR RI, Willy Aditya, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (4/5).


Politikus Partai Nasdem ini sepakat untuk dilakukan penutupan sementara bagi perusahaan yang karyawannya telah diperiksa kesehatannya dan diketahui ada yang terjangkit virus corona baru tersebut.

“Jadi kalau ada yang diduga positif Covid-19 ya segera lakukan tes masal dan segera lakukan penutupan sementara jika ada yang positif. Ini langkah antisipatif dan sesuai dengan protokol penanganan, saya kira,” katanya.

Dirinya juga meminta agar pemerintah daerah setempat, melalui lembaga yang berwenang, harus memastikan status kesehatan tenaga kerja asing yang meninggal dunia tersebut positif atau negatif Covid-19.

“Kalau positif, Pemda harus memastikan perusahaan di mana TKA bekerja itu berhenti beroperasi. Kemudian lakukan tes masal. Kalau negatif, ya bisa dilanjut. Jadi tiap pihak punya tanggung jawabnya masing-masing. Ini semua dalam rangka memastikan dan berpartisipasi dalam upaya memutus rantai penularan,” bebernya.

Mengenai TKA asal Cina itu, Willy mengaku telah mendapatkan informasi bahwa korban meninggal dunia karena penyakit dalam yang telah dialaminya.

“Sejauh info yang saya dapat, si TKA dinyatakan negatif. Kematiannya juga diduga oleh faktor yang lain, stres dan jantung. Kalau terkait penggunaan APD oleh petugas yang menanganinya, itu kan SOP penanganan di masa wabah. Jadi jangan asal lihat orang pake APD, itu pasti corona. Ya belum tentu,” tandasnya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya