Pemerintah Armenia bersiap untuk membuka kembali sejumlah bisnis, seperti toko, bar dan restoran mulai besok (Senin, 4/5). Selain itu, pemerintah Armenia juga akan mencabut pembatasan pergerakan bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Perdana Menteri Armenia, Tigran Avinyan (Minggu, 3/5).
Langkah berani itu diambil oleh pemerintah Armenia meski infeksi virus corona atau Covid-19 belum mereda, dan bahkan meningkat dalam beberapa waktu terakhir.
Sejauh ini, negara tersebut telah mengkonfirmasi 2.386 kasus virus corona dengan 35 kematian. Jumlah infeksi meningkat dari rata-rata 50 per hari pada pertengahan April lalu menjadi lebih dari 100 kasus per hari dalam beberapa hari terakhir.
Pemerintah Armenia sendiri telah berupaya untuk meringankan dampak pada ekonominya yang diperkirakan akan menyusut 2 persen pada tahun 2020 akibat pandemi virus corona.
Namun, pemerintah Armenia merasa perlu dilakukan pelonggaran lebih lanjut agar ekonomi negara tidak terpukul parah.
Karena itulah, Avinyan mengatakan, pemerintah memberi lampu hijau agar toko-toko kecil, salon kecantikan dan binatu kembali dibuka awal pekan depan.
Selain itu, industri konstruksi dan manufaktur juga akan diizinkan untuk bekerja seperti biasa.
Namun mal, pusat perdagangan, pasar dan semua sekolah serta perguruan tinggi akan tetap ditutup. Transportasi umum juga akan tetap ditangguhkan.
Dikabarkan
Reuters, Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan mengatakan pekan lalu, negara itu sedang bersiap untuk mencabut sebagian besar pembatasan dan meringankan tekanan terhadap ekonomi karena penyebaran virus corona.