Berita

Kamrussamad/Net

Politik

Tarif Listrik Naik, Kamrussamad: Sudah Kita Ingatkan Untuk Tambah Alokasi Anggaran PLN

MINGGU, 03 MEI 2020 | 12:13 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Sejumlah masyarakat mengeluhkan kenaikan tarif listrik di tengah musibah wabah virus corona baru (Covid-19) ini. Mereka mengaku kenaikan tarif listrik tersebut dua kali lipat yang dinilai tidak adil.

Anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad menyebutkan, DPR RI sudah mengingatkan Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk memastikan tambahan alokasi anggaran ke PLN.

Tambahan anggaran itu, kata Kamrussamad, dari sebelumnya senilai Rp 3,5 triliun menjadi total Rp 58,29 triliun untuk mempercepat realisasi program administrasi price yaitu menggratiskan pemakai 450VA, sebanyak 24 juta pelanggan dan 900VA dengan diskon 50 persen untuk 7 juta pelanggan.


“Agar likuiditas PLN tetap terjaga dengan adanya kebijakan pemerintah dalam membantu rakyat karena dampak Covid-19,” ujar Kamrussamad kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (3/5).

Politisi Partai Gerindra ini mengakui, telah mengetahui adanya keluhan sejumlah masyarakat mengenai kenaikan tarif PLN yang tidak diinformasikan sebelumnya oleh PLN.

Menurutnya, PLN subjektif dalam mengukur kategori mampu maupun tidka mampu.

“Benar ada pengaduan dari warga bahwa PLN membuat klasifikasi pelanggan 900VA Tidak semua membuatkan diskon 50 persen, ada Subyektivitas PLN dalam menentukan kategori mampu dan tidak mampu. Ini bisa menjadi pemicu ketidakpercayaan rakyat terhadap pemerintah,” jelasnya.

Begitu juga pelanggan 1.300VA yang mengeluhkan kenaikan tarif pembayaran. Bagi dia, jika tidak diselesaikan maka akan berdampak pada kemarahan masyarakat.

"Hampir sebagian besar masyarakat menggunakan 1.300VA. Keluhan warga atas kenaikan tagihan pelanggan 1.300VA berpotensi memicu kemarahan rakyat,” tegasnya.

Kamrussamad berharap agar pemerintah tidak menjadikan musibah Covid-19 ini sebagai ladang bisnis dan mencari keuntungan dari masyarakat yang terdampak.

“Kita berharap PLN tidak menjadikan Pandemik Covid-19 sebagai Ladang bisnis baru yang menambah penderitaan rakyat," pungkasnya.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya