Berita

Pimpinan Boko Haram Abubakar Shekau/Net

Dunia

Pimpinan Boko Haram: Terima Kasih Tuhan, Pandemik Ini Muncul Pada Masa Trump Yang Abnormal

JUMAT, 17 APRIL 2020 | 06:52 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kelompok Boko Haram mengatakan siapa pun yang terlibat dalam penyebaran virus corona ini adalah orang yang jahat.

Pemimpin kelompok teroris ini, Abubakar Shekau, berbicara lewat video berdurasi 45 detik yang diunggah di akun Twitter milik berita Nigeria, Hum Angle.

“Jangan mencoba untuk menyalahkan, kejahatanlah yang menyebabkan pandemik ini. Dari mana pun asalnya, kami mencari perlindungan Ilahi,” kata Shekau.


Ia berbicara dalam bahasa Hausa, bahasa dominan yang digunakan di sebagian besar Nigeria Utara, melansir, Africa News, Kamis (16/4).

Shekau menyoroti langkah-langkah yang di lakukan orang-orang terkait wabah ini yang ternyata tidak membawa perubahan dalam cara menjalani kehidupan sehari-hari mereka.

“Kita di sini, kita berdoa lima kali sehari. Kami menawarkan doa-doa jemaat (Jumat) dan kami tetap bersama. Kami bergandengan tangan, kami makan dari satu mangkuk, kami melakukannya dengan sangat sangat baik. Kami memiliki anti-virus. Anda memiliki coronavirus, kami memiliki anti-coronavirus,” ujarnya.

“Kami berterima kasih kepada Tuhan atas kondisi kesehatan tempat kami berada. Itulah kekuatan Tuhan. Kami berdoa lima kali, kami berpuasa, kami mengamputasi tangan, dan kami mencambuk para pezinah, kami menegakkan hukum.”

Shekau juga mengkritik Presiden Amerika Donald Trump dan tiga presiden di wilayah Danau Chad, yaitu presiden Nigeria, Chad, dan Niger.

“Kami berterima kasih, Tuhan, bahwa itu pandemi telah muncul pada masa Trump yang abnormal. Juga di masa Idris Deby (menggunakan sumpah serapah) dan di masa Buhari, dan Mahamadou Issoufou, orang yang melakukan penawaran dari Perancis," katanya.

Ia pun meminta orang untuk bertobat jika mereka tidak ingin dikutuk.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya