Berita

Jamaah Tablig Akbar di India/Net

Dunia

Pemimpin Jamaah Tablig Akbar Mohammad Saad Kandhalvi Didakwa Dengan Tuduhan Pembunuhan

JUMAT, 17 APRIL 2020 | 06:28 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

  Pemimpin kelompok Muslim Jamaah Tablig, Mohammad Saad Kandhalvi, didakwa dengan tuduhan pembunuhan terkait penyebaran virus corona.

Pasca acara kegiatan keagamaan Jamaah Tablig yang merupakan pertemuan internasional di New Delhi India pada pertengahan Maret 2020 lalu, jumlah kasus virus corona di India mengalami lonjakan yang sangat tinggi.

Hingga Kamis (16/4), jumlah warga yang positif Covid-19 menjadi 12.380 kasus, termasuk 414 yang meninggal dunia.


Pengikut acara tersebut berasal dari berbagai negara termasuk Indonesia.
Kelompok itu merupakan salah satu organisasi dakwah Muslim Sunni terbesar di dunia karena pengikutnya berasal dari 80 negara, yang memberikan dakwah tentang Islam di negara bermayoritas beragama Hindu.
Muhammad Saad Kandhalvi, pemimpin tablig akbar di New Delhi itu didakwa telah menyelenggarakan kegiatan keagamaan yang mengakibatkan jatuhnya korban.

Peserta tablig banyak yang terpapar virus dan menyebarkannya kepada warga setempat.

Setelah adanya laporan kasus, kantor Jamaah Tablig di sudut New Delhi disegel dan ribuan anggotanya, dikarantina.

Juru bicara kepolisian Delhi mengatakan, pada awalnya polisi mengajukan dakwaan terhadap Kandhalv atas tuduhan pelanggaran mengadakan pertemuan besar, namun kini ditambah dengan pembunuhan.

"Polisi Delhi telah mengajukan laporan sebelumnya terhadap pemimpin Jamaah Tablig. Dan sekarang tuduhan tersebut ditambah dengan pasal 304,” kata perwira itu, yang merujuk pasal pembunuhan dalam KUHP India dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara, mengutip Reuters, Kamis (16/4).

Pihak berwenang mengatakan, pada awal April sepertiga dari hampir 3.000 kasus virus corona melibatkan jamaah yang menghadiri pertemuan tersebut serta orang lain yang terinfeksi oleh jamaah setelah acara berlangsung.

Sementara itu Juru Bicara Jamaah Tablig, Mujeeb ur Rehman, menolak berkomentar karena belum mendapat informasi resmi mengenai tuduhan baru tersebut.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya