Berita

Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe/Net

Dunia

Setelah Tokyo, Jepang Bersiap Perluas Status Darurat

KAMIS, 16 APRIL 2020 | 19:05 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Jepang sedang bersiap untuk memperpanjang dan memperluas keadaan darurat. Pemerintah juga sedang mengubah rancangan anggaran tambahan untuk mengatasi wabah.

Hingga saat ini, pemerintah sendiri baru mengumumkan keadaan darurat di Tokyo dan enam daerah lainnya, termasuk Osaka. Namun, beberapa daerah juga meminta untuk diterapkan keadaan darurat guna mempermudah pemerintah melakukan pengendalian.

Di bawah keadaan darurat yang dimulai pada 7 April, selama sebulan otoritas daerah memiliki kekuatan untuk mendesak orang agar tetap tinggal di rumah dan menutup bisnis.


Dikatakan oleh Sekretaris Kabinet, Yoshihide Suga, pemerintah dan para ahli akan melakukan pertemuan pada Kamis malam untuk membahas perluasan keadaan darurat.

Selain itu, pemerintah juga akan membahas paket stimulus ekonomi untuk membantu masyarakat yang terkena dampak wabah. Di mana sebesar 300 ribu yen akan diberikan unruk rumah tangga yang pendapatannya terpengaruh wabah.

Di sisi lain, Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan ekonomi Jepang akan berkontraksi sebesar 5,2 persen untuk tahun ini. IMF juga mendesak pemerintah untuk meningkatkan belanja fiskl dan fokus pada pelonggaran pertumbuhan.

"Dalam waktu dekat, kebijakan fiskal ekspansif dijamin untuk mengurangi dampak Covid-19 dalam jangka pendek dan mendukung pemulihan setelah itu," kata Wakil Direktur Departemen Asia dan Pasifik IMF, Odd Per Brekk.

Data dari Universitas Johns Hopkins menunjukkan, virus corona baru telah menginfeksi sebanyak 8.626 orang Jepang dengan 178 orang meninggal dunia.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya