Berita

Petugas Medis Menangani Pasien Covid-19/Net

Dunia

Baru Saja Sembuh Dari Virus Corona, Para Petugas Medis Ini Harus Kembali Berjuang Menangani Pasien Covid-19

KAMIS, 16 APRIL 2020 | 17:28 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

RMOL. Petugas medis di Turki yang baru saja sembuh dari Covid-19 tidak bisa berlama-lama istirahat. Panggilan baktinya telah mendorong mereka untuk segera kembali bekerja.

Direktur Medis Turki, Cetin Koksal, mengatakan sekitar 85 tenaga medis, termasuk 14 dokter, yang bertugas di Rumah Sakit Internasional Medicana di Istanbul telah terinfeksi virus corona.

Dua pertiga di antaranya kini dinyatakan sembuh dan kembali bekerja.


"Mereka kembali bekerja segera setelah mereka dinyatakan negatif lagi, dan mulai merawat para pasien tanpa istirahat. Mereka menjadi lebih berharga bagi kita," sebut Koksal, melansir Reuters, Kamis (16/4).

Rumah Sakit Internasional Medicana diketahui merawat sekitar 100 pasien virus corona.

Tim medis di sana merasa senang bisa kembali merawat para pasien setelah melalui masa karantina pasca sembuh dari Covid-19. Rata-rata tim medis di sana memiliki dedikasi yang tinggi sehingga selalu bangga bisa membantu banyak pasien, walau mereka juga mengakui ada rasa khawatir terhadap keluarga mereka sendiri.

"Kami takut menulari keluarga kami. Beberapa dari kami memilih tinggal jauh dari keluarga kami," ujar salah seorang tim medis.

Ketika mereka selesai dengan pekerjaannya dan memilih tidak pulang ke rumah karena takut menjadi pembawa virus bagi keluarga, begitu juga saat mereka terkena virus corona.

"Kami harus menjauh dari keluarga kami selama 14 hari. Kemudian kami kembali bekerja setelah sembuh. Kami sangat bangga melakukan pekerjaan ini," ujarnya lagi.

Para tim medis bekerja sepenuh waktu yang mereka miliki dan mencatat jam kerja yang padat.

Sebagai garda terdepan penanganan virus corona, kerja keras mereka tak bisa digantikan dengan apa pun.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya